"Kami berharap suara-suara yang terdengar bukan hanya suara mahasiswa, tetapi juga suara guru, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat lainnya," tambahnya.
Kehadiran Humanity Care menunjukkan bagaimana media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi ruang diskusi dan penyampaian opini publik.
Platform digital juga mulai berkembang menjadi sarana membangun jejaring solidaritas yang mampu bergerak cepat dalam merespons berbagai isu sosial.
Tidak hanya saat terjadi bencana alam, jaringan relawan berbasis media sosial kini mulai terlibat dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan, termasuk mendukung aksi penyampaian aspirasi di ruang publik.
Baca juga: Demo Cipayung Menggugat di DPR Sempat Memanas, Bentangkan Spanduk Tuntut DPR RI Bersikap
Melalui penggalangan donasi dan koordinasi secara daring, bantuan dapat dihimpun dalam waktu singkat dan disalurkan langsung kepada pihak yang membutuhkan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi instrumen yang memperkuat partisipasi warga dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sebelumnya, mahasiswa BEM UBK sempat diblokade aparat kepolisian di kawasan Tugu Tani saat hendak menuju Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi.
Iring-iringan mahasiswa yang terdiri dari mobil komando, kendaraan bermotor, dan peserta aksi yang berjalan kaki sempat tertahan setelah aparat memasang barikade di kawasan tersebut.
Sejumlah mahasiswa dan petugas kepolisian juga terlibat perdebatan sebelum akhirnya massa diizinkan bergerak menuju kawasan Medan Merdeka Selatan dengan pengawalan aparat.
Setibanya di lokasi, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian. Namun situasi kembali kondusif setelah peserta aksi diperbolehkan maju beberapa meter mendekati barikade yang dipasang aparat.
Baca tanpa iklan