News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Usai Diamankan saat Demo di DPR, Dzakwan Mengaku Dipukul dan Trauma

Penulis: Reza Deni
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESERTA AKSI — Dzakwan Falih (24) berbicara kepada wartawan usai dibebaskan setelah diamankan saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Ia mengaku dipukul saat berada dalam pengamanan aparat dan mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.

"Saya ditangkap saat hendak membakar ban sebagai bentuk protes. Saya dipukul di bagian perut dan bahu," ungkap Dzakwan.

Baca juga: Gibran Catat Tuntutan Mahasiswa UBK di Buku Kecil, Janji Sampaikan ke Prabowo

 
Tuntutan Aliansi Cipayung Menggugat

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan politik dan ekonomi. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan, menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurunkan harga BBM, menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh generasi muda, serta menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.

Di bawah guyuran hujan, sejumlah poster dan spanduk yang dibawa massa juga memuat kritik terhadap pemerintah. Di antaranya bertuliskan "Prabowo-Gibran Gatal, Gagal Total", "MBG, Mafia Berkedok Gizi", serta "BBM, Bandit-Bandit Maling".

 
Hingga aksi berakhir, Tribunnews.com masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait pengakuan Dzakwan mengenai dugaan pemukulan saat proses pengamanan.

Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Nestapa Demo Mahasiswa di DPR: Diseret ke Parlemen, Dzakwan Ungkap Dipukul Polisi Usai Bakar Ban

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini