News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Siswa Pengirim Surat ke Prabowo Mengaku Tak Pernah Makan MBG Sejak Program Dimulai

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SURAT MBG PRABOWO - Wawancara siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, Muhammad Rafif Arsya Maulidi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6/2026). Siswa ini menulis surat pada Presiden Prabowo Subianto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, mengaku tidak pernah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sejak program tersebut mulai dijalankan.

Rafif merupakan pelajar yang sebelumnya mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam suratnya ia menyatakan penolakan terhadap program MBG bagi dirinya sendiri.

Baca juga: Siswa SMK Pengirim Surat ke Prabowo Soal MBG Mengaku Sempat Diintimidasi Pegawai SPPG

Menurut Rafif, penolakannya terhadap MBG dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kesejahteraan guru honorer yang dinilainya masih rendah.

"Karena saya melihat guru-guru honorer itu belum sejahtera terutama guru saya yang ada di Kudus," kata Rafif di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (16/06/2026).

Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada guru honorer yang masih menerima penghasilan minim.

Ia pun mengaku tetap konsisten dengan sikap yang telah disampaikan dalam surat tersebut.

Bahkan, sejak program MBG berjalan, dirinya tidak pernah mengambil bagian dalam program tersebut.

"Dan saya dari awal ada MBG sampai sekarang saya tidak memakannya sama sekali. Karena itu kebijakan politik saya," kata Rafif.

Dalam kesempatan yang sama, Rafif juga mengungkapkan harapannya agar anggaran program MBG tidak mengurangi alokasi pendidikan.

Menurut dia, masih banyak guru di berbagai daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

"Harapan saya itu anggaran MBG tidak memangkas anggaran pendidikan. Dan saya melihat guru-guru enggak cuma di Kudus, enggak cuma di Jakarta, terutama di 3T itu kurang sejahtera," ujarnya.

Sebagai informasi, Rafif menjadi salah satu saksi dalam sidang pengujian UU APBN 2026 di MK.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini