Galungan jatuh pada Rabu (Budha) Kliwon Wuku Dungulan, sedangkan Kuningan dirayakan 10 hari setelah Galungan, tepatnya pada Sabtu Wuku Kuningan.
Secara filosofis, Galungan mengajarkan umat Hindu untuk mampu membedakan dan memilih Dharma (kebenaran) daripada Adharma (kejahatan) dalam kehidupan.
Hari raya ini menjadi simbol kemenangan Dharma atas Adharma serta mengingatkan umat untuk memperkuat kekuatan rohani, menegakkan kebenaran, dan mengendalikan sifat-sifat buruk dalam diri.
Melalui perayaan Galungan, umat Hindu diharapkan memiliki pikiran yang jernih, pendirian yang kuat, dan kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai Dharma, sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keharmonisan hidup.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan