TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Galungan merupakan salah satu perayaan besar bagi umat Hindu di Bali.
Di tahun ini, perayaan Galungan di Bali dirayakan pada Rabu (17/6/2026).
Hari Raya Galungan melambangkan kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (ketidakbenaran).
Dirayakan setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali, Hari Raya Galungan tidak hanya menjadi momen persembahan dan doa, tetapi juga memiliki filosofi mendalam yang relevan dengan kehidupan modern.
Mengutip laman resmi Universitas Pendidikan Nasional, secara filosofi, Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan jiwa manusia dalam melawan nafsu duniawi dan ego yang menyesatkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia seringkali dihadapkan pada berbagai godaan, baik material maupun spiritual, yang dapat membuat kita tersesat dari jalan kebenaran.
Galungan mengajarkan tentang pentingnya introspeksi, kembali kepada diri sendiri, dan memperkuat keimanan untuk menghadapi tantangan hidup.
Perayaan ini juga ditandai dengan berbagai ritual seperti persembahan di pura, membuat penjor sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran, serta sembahyang bersama keluarga.
Semua ritual ini mengandung nilai harmoni, kebersamaan, dan rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Baca juga: 45 Ucapan Hari Raya Galungan 17 Juni 2026, Berisi Doa dan Harapan
Inti Galungan
Mengutip laman DJKN, dalam lontar Sunarigama dijelaskan sebagai berikut:
Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep.
Artinya: Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran.
Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang.
Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.
Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan menangnya dharma melawan adharma.
Baca tanpa iklan