TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah memamerkan mobil murah Agya di ajang Indonesia Internasional Motor Show 2012. Dari situlah, orang berbondong-bondong mendaftar inden mobil yang banderolnya paling miring itu.
Toyota memang membuka inden itu dengan alasan regulasi LCGC akan keluar akhir tahun 2012. Sehingga pada awal 2013 Agya sudah bisa di jual. Faktanya, sampai sekarang regulasinya belum keluar.
“Informasinya sih akhir bulan Maret ini keluar karena posisinya sudah di Setneg. Jadi kita tunggu saja tanda tangan presiden. Toyota juga sudah membantu Daihatsu menge-push pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi itu,” terang Johnny Darmawan, Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM).
Dia menambahkan sejak November sudah meminta seluruh main dealer untuk menghentikan booking Toyota Agya. “Alasannya karena kita enggak mau dikomplain konsumen karena harus menunggu lama. Bisnis bisa repot kalau harus menghadapi komplain terus menerus,” ujar Jhonny.
Berdasarkan pantauan pihak TAM, kebanyakan penginden Agya sudah punya mobil sehingga bersedia menunggu. Akan tetapi jika ada yang membatalkan pemesanannya dan minta uang tanda jadinya (Rp 5 juta), akan dikembalikan full.
Selain memberikan jaminan uang kembali utuh, pihak Toyota juga mengarahkan kepada para penginden agar membeli mobil tipe lain dari produk Toyota. “Mobil LCGC ini sepertinya sudah kehilangan momentum. Tapi calon konsumen sebenarnya tetap ada, jadi kami tidak khawatir dengan pasarnya,” yakinnya.
Baca tanpa iklan