TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman, memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut dirinya memiliki dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya, Dudung menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki dapur MBG seperti yang ramai diberitakan.
“Saya mau memberikan klarifikasi. Ada berita Pak Dudung katanya punya titik (dapur MBG) melalui Pak Dadan (Dadan Hindayana-Eks Kepala BGN),” kata Dudung.
Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu dirinya sempat membantu pengurus pesantren yang ingin menjadi sasaran penerima manfaat program MBG.
Menurut Dudung, pesantren tersebut memiliki sekitar 4.000 hingga 5.000 santri sehingga dinilai layak menjadi titik dapur MBG.
Dudung menyebut pengurus pesantren seperti Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar meminta bantuannya untuk dikenalkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
“Nah, kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan, Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap ya, sudah ditentukan dia sudah mulai secara administrasi sudah siap,” ujarnya, mengutip tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (10/6/2026).
Setelah pertemuan itu, Dudung mengatakan komunikasi selanjutnya dilakukan langsung antara pihak pesantren dengan staf BGN.
“Pak Dadan menjawab: ‘Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurrahman staf saya.’ Lalu hubungan tersebut terjalin,” kata Dudung.
Ia menegaskan dirinya tidak lagi terlibat dalam proses tersebut dan tidak mengetahui perkembangan lebih lanjut.
“Saya sudah tidak mengerti apa-apa,” ucapnya.
Beberapa minggu lalu, Dudung mengaku kembali menanyakan perkembangan rencana dapur MBG di pesantren tersebut kepada Dadan Hindayana. Namun, hingga kini proses pembangunan disebut belum selesai.
“Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunan dapur belum terbangun,” katanya.
Beri Bantahan
Menurut Dudung, isu dirinya memiliki dapur MBG muncul karena dirinya yang membantu mempertemukan pihak pesantren dengan Kepala BGN.
“Cuma karena saya yang minta tolong itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur,” ujarnya.
Baca tanpa iklan