TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak resmi masuk ke pasar Indonesia empat tahun lalu, kaca film Wincos dari Lintec Corporation, Jepang, terus menguatkan penguasaan pasarnya di segmen aftermarket.
Selain terus memperluas jaringan diler ke kota-kota kecil setelah sebelumnya menggarap kota-kota besar, Wincos juga menguatkan skill staf diler dengan menggelar training pemasangan kaca film berstandar Wincos Jepang.
Training ini digelar selama tiga hari di pusat penjualan mobil bekas di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta, 28-30 Agustus 2018 melibatkan total sekitar 40 peserta dengan mendatangkan 2 trainer ahli langsung dari Lintec, Jepang.
David Khung, Sales Manager PT Krisant Pundimas Sejahtera, sole distributor kaca film Wincos mengatakan, materi training antara lain mencakup praktik langsung pemasangan kaca film ke mobil dengan melibatkan beberapa unit mobil Honda Brio dan Toyota Agya.
"Training ini kita berikan kepada semua staf diler di seluruh Indonesia. Di tahap awal ini kita jalankan untuk peserta dari Jabodetabek dulu agar pemasangan kaca filmnya sesuai standar pemasangan dan SOP dari Lintec sebagai produsen kaca film ini, sekaligus demi memastikan kualitas pemasangannya memuaskan konsumen," ungkap David.
David menambahkan, training ini juga untuk meningkatkan skill tenaga pemasang kaca film termasuk mengantispasi jika ada proyek besar dari agen pemegang merk (APM).
Dengan melibatkan langsung trainer dari Jepang, ilmu yang didapatkan kemudian bisa ditularkan ke tenaga pemasang kaca film lainnya di diler.
"Kita juga melibatkan komunitas di kegiatan training ini dengan memberikan pemasangan kaca film gratis di mobil mereka," ungkap David Khung.
Peserta training yang dinyatakan lolos dan telah menyelesaikan materi training mendapatkan sertifikat teknisi yang akan diserahkan dan ditandangani dari manajemen Lintec, Jepang.
"Training ini akan dilanjutkan ke batch berikutnya, sekaligus wujud dukungan penuh pinsipal kepada kita sebagai sole distributor di Indonesia," ungkap David.
Baca: Diam-diam Tata Motors Lagi Ngetes Truk Ringan Empat Ban Tata LPT 407 di Lampung dan Solo
Toshiaki Amada, GM Windows Film Sales Department Industrial and Material Operations
Lintec Corporation mengatakan, Wincos sudah 40 tahun bermain di bisnis kaca film dan kini menjadi market leader di Jepang.
"Di Jepang, saat ini kita jadi market leader di produk kaca film after market, untuk produk kaca film ke segmen pre delivery inspection OEM kita baru belakangan," kata Toshiaki Amada.
"Kita baru masuk pasar Indonesia 4-5 tahun lalu. Saat ini kita dapatkan projects pre delivery inspection (PDI) OEM yang akan kita jalankan sebentar lagi," ungkap Toshiaki Amada.
Baca: Mercedes-Benz Segera Luncurkan Bus Baru untuk Pasar Indonesia
Dia menambahkan, untuk training yang dijalankan saat ini pihaknya menerapkan standar pemasangan kaca film seperti diaplikasikan Wincos di Jepang.
"Tadi sepanjang saya mengamati jalannya training, peserta sudah cukup baik dalam proses instalasinya, dengan kecepatan pemasangan yang juga cukup baik," kata Toshiaki Amada.
Dia menilai, secara garis besar, tingkat keahlian tenaga instaler Indonesia sudah cukup baik, tapi standar keamanan saat pemasangan perlu diperbaiki.
Di Jepang, main kita di after market, justru untuk PDA masih belakangan.
Dia menyebutkan, di bisnis kaca film, menggarap segmen PDI OEM dan after market sebenarnya sangat saling berkaitan karena membantu meningkat branding produk.
"Dengan makin berkembangnya market PDI kita, akan ikut dorong berkembangnya pasar aftermarket kita," sebut Toshiaki Amada.
Wincos menggunakan material kaca film berbeda dari merk kaca film lain.
Jika merk kaca film lain memakai pewarnaan material dan proses pencelupan agar warnanya jadi lebih gelap, Wincos tidak.
"Warna pada kaca film kita sudah sejak dari biji plastiknya, ini membuat tingkat kegelapan kaca film kita lebih awet," kata Toshiaki Amada.
Begitu juga dengan penggunaan lapisan metal. "Jika merk kaca film lain menggunakan lapisan metal untuk anti infra red, kita tidak. Pemakaian bahan metal pada kaca film bisa mengganggu sinyal di ponsel serta menimbulkan korosi yang membuat kualitas warna kaca film menurun," terang Toshiaki Amada.
Keunggulan kaca film Wincos ini didukung pula dengan harga jual yang kompetitif yang diharapkan bisa membuat pasar Wincos di segmen PDI OEM meningkat.
Grade tertinggi kaca film Wincos yang dipasarkan di Indonesia saat ini adalah Wincos Premium dengan tingkat penolakan terhadap panas mencapai 95 persen.