"Nikel ini dulu kita hanya ekspor kira kira nilainya USD612 juta setahun, tapi sekarang kita sudah ekspor USD6,24 miliar setelah menjadi stainless steel slab.” ujarnya.
Selama periode 2015-2019, total investasi di hilirisasi tambang sudah mencapai USD40 miliar, ekspor besi dan baja tembus USD9 miliar, sedangkan sektor nikel nilai ekspornya mencapai USD14 miliar.
Ke depan Indonesia akan menjadi pemain penting dalam peta industri mobil listrik dunia.
Baca tanpa iklan