News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GJAW 2025

Teknologi Enliten Bikin Ban Bisa Dipakai di Mobil Listrik dan Konvensional

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BAHAS TEKNOLOGI BAN - Anindito Ajireswara, Head of Marketing Planning Bridgestone Indonesia di booth Bridgestone di pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 di ICE BSD Tangerang, Jumat 28 November 2025.

 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Makin tumbuhnya ekosistem mobil listrik di Indonesia mendorong permintaan kendaraan listrik (EV) ikut meningkat. Saat ini, berdasar data Gaikindo 11 persen penjualan mobil baru di Indonesia dikontribusi oleh mobil listrik.

Tren ini ikut mendorong permintaan ban untuk kebutuhan replacement (penggantian) ban EV bawaan pabrik saat mobil tersebut dibeli, dengan ban baru, karena aus saat pemakaian.

Anindito Ajireswara, Head of Marketing Planning Bridgestone Indonesia mengatakan, saat ini permintaan ban untuk replacement dari para pemakai EV sudah mulai terlihat.

"Itu sudah. di TOMO (Toko Model), kami mendapatkan feedback berkala, dan intensitas mobil EV masuk
ke toko semakin meningkat walaupun kami tidak punya datanya secara spesifik karena kami jualan wholesale ke distributor," kata Anindito Ajireswara, Head of Marketing Planning Bridgestone Indonesia.

Ditemui Tribunnews di sela penyelenggaraan pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 di ICE BSD Tangerang, akhir November 2025, dia mengatakan, di Indonesia Bridgestone belum memiliki ban yang khusus ditujukan untuk EV.

Tapi pihaknya sudah punya ban untuk kendaraan konvensional tapi bisa juga diaplikasikan pada EV. "Di Indonesia sendiri kami belum punya ban yang khusus untuk EV. Baru EV ready yaitu Turanza 6 dan Ecopia EP300 ENLITEN. Artinya untuk mobil konvensional bisa, EV pun bisa," kata dia.

Apakah memang ada perbedaan khusus antara teknologi ban untuk EV dan non-EV? 

"Yang jelas berbeda karakteristiknya dengan ban untuk mobil ICE, terutama dari instant torque (torsi instan) dan bobot. Juga dari sisi kesenyapan, karena EV lebih senyap tanpa suara mesin. Jadi salah satu
requirement adalah noise reduction," ungkap Anindito Ajireswara.

Baca juga: Bridgestone: Ekspansi Produsen Mobil Listrik ke RI Dongkrak Permintaan Ban Replacement

"Sekarang yang sedang dikembangkan oleh Bridgestone secara global adalah teknologi sponge—di dalam ban ada lapisan busa untuk menyerap getaran dan suara. Selain itu konstruksi ban harus lebih kuat, belt diperkuat, kompon juga diperkuat," ujarnya.

"Tapi semuanya ada trade-off. Misalkan mau lebih senyap, pasti nambah bobot. Itu resep masing-masing pabrikan untuk menyeimbangkan antara handling, comfort, dan efficiency," imbuhnya.

Teknologi Enliten di Ban Kendaraan Penumpang

Bridgestone Indonesia sendiri sudah memiliki teknologi Enliten yang mana memungkinkan Bridgstone sebagai pabrikan ban bisa melakukan kustomisasi ban sesuai kebutuhan.

Anindito Ajireswara menyebutnya sebagai 'ultimate customization'.

"Fondasinya sudah dirancang untuk mendukung kebutuhan EV seperti rolling resistance rendah untuk menambah range baterai, serta wear rate yang lebih kuat untuk menahan torsi instan dan bobot baterai tanpa mengorbankan kenyamanan. Jadi ada balance-nya," bebernya.

Dia mengatakan, teknologi ban Enliten sudah dipakai di EP300 dan Turanza 6, dan ke depan akan dipakai di lineup lainnya.

Baca juga: Skuter Listrik Sprinto Raup 500 SPK Hingga Hari Kelima GJAW 2025

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini