Ringkasan Berita:
- Kesadaran sektor industri terhadap risiko kebakaran baterai lithium, khususnya insiden yang terjadi di lingkungan penyimpanan tertutup kini semakin meningkat.
- FAST mengembangkan teknologi mitigai kebakaran baterai lithium berbasis sains guna mendukung ketahanan industri.
- Carsurin mengoperasikan laboratorium pengujian baterai EV yang komprehensif beserta fasilitas penyimpanan baterai khusus, guna mendukung pertumbuhan ekosistem EV di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring industri bergerak menuju elektrifikasi dan integrasi energi terbarukan, kebutuhan akan sistem mitigasi kebakaran yang canggih menjadi semakin penting.
Kesadaran sektor industri terhadap risiko kebakaran baterai lithium, khususnya insiden yang terjadi di lingkungan penyimpanan tertutup kini semakin meningkat.
Stategi yang ditempuh untuk mengantisipasinya adalah melalui penyiapan mitigasi kebakaran yang proaktif
bagi fasilitas industri berisiko tinggi.
Baca juga: Emiten VKTR Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik dan Masuk Segmen WTE
Seperti dilakukan Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST), perusahaan ini mengembangkan teknologi proteksi kebakaran berbasis sains guna mendukung ketahanan industri dan keberlanjutan jangka panjang.
Perusahaan mengimplementasikan teknologi pelapis proteksi kebakaran Altex Alpha Tech Shield di laboratorium dan fasilitas penyimpanan baterai EV di PT Carsurin Tbk demi memastikan sistem proteksi berbasis teknologi dapat meningkatkan standar keselamatan di lingkungan yang menghadapi risiko energi baru.
Pelapis tersebut diaplikasikan pada salah satu ruang penyimpanan baterai di laboratorium dan fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) milik Carsurin di Tangerang.
PT Carusrin Tbk (CRSN) selama ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Carsurin mengoperasikan laboratorium pengujian baterai EV yang komprehensif beserta fasilitas penyimpanan baterai khusus, guna mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
"Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana solusi keselamatan yang proaktif mampu memperkuat kesiapan industri di era transisi energi sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan operasional yang lebih aman dan tangguh," ungkap Willy Hadiwijaya, CEO Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Dia menjelaskan, pada fasilitas yang menangani baterai lithium-ion, mitigasi preventif adalah hal yang esensial. Ketika insiden kebakaran terjadi, setiap detik sangat berarti.
Baca juga: Emiten TRON Rombak Jajaran Pengurus dan Ekspansi ke Ekosistem Kendaraan Listrik
"Melalui Altex kami ingin memberikan tambahan waktu respons yang berharga bagi para mitra kami untuk melindungi keselamatan jiwa, aset, dan keberlangsungan operasional," ujar Willy Hadiwijaya.
Dukung Keamanan Industri
Willy mengatakan, implementasi Altex semakin memperkuat langkah mitigasi risiko kebakaran di area operasional yang krusial di industri.
Pihaknya mengembangkan Altex Alpha Tech Shield sebagai pelapis proteksi kebakaran dengan teknologi Thermafrost untuk mengendalikan dan menekan penyebaran api sejak sumbernya.
Lapisan pelindung dirancang untuk mengurangi intensitas nyala api serta memperlambat proses pembakaran dan mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga 1.600 derajat C serta memberikan tambahan waktu perlindungan hingga tiga jam saat kebakaran terjadi.
Baca tanpa iklan