News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IBC Sebut Mobil Nasional Bakal Jadi Hilirisasi EV End to End

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRANSISI ENERGI - Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif di acara Bincang-bincang Baterai di Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pengembangan mobil nasional (mobnas) listrik kembali menguat seiring dorongan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam skema tersebut, industri baterai disebut menjadi salah satu fondasi utama, termasuk ekosistem yang tengah dikembangkan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan, program mobil nasional berpotensi menjadi penggerak hilirisasi industri baterai secara menyeluruh di Indonesia.

"Ini akan complementing. Jadi makanya kita juga sangat berharap program mobnas ini benar-benar bisa landed karena ini betul-betul nanti jadi hilirisasinya end to end banget," tutur Aditya dalam acara Bincang-bincang Baterai di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

IBC saat ini turut dilibatkan dalam proses perencanaan program mobil nasional bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

"Kita berkoordinasi dengan PT Pindad dan juga beberapa stakeholders lain dikoordinasikan dengan CTO office-nya Danantara. Jadi kita dilibatkan dalam perencanaannya," ucap Aditya.

Ia menjelaskan, kajian terkait pengembangan mobnas masih terus berjalan dan diperbarui mengikuti dinamika pasar kendaraan listrik yang berubah cepat dalam beberapa bulan terakhir.

"Kita juga ada kajian yang ongoing, jadi kita perbarui terus usulannya sesuai dengan dinamika pasar. Karena kalau kita lihat pasar dari Januari sampai sekarang saja perubahannya sudah cukup banyak," ujarnya.

Baca juga: IBC Mulai Produksi BESS Juli 2026, Dukung Program Listrik Hijau 100 GW

Aditya menyatakan, IBC saat ini fokus mendukung pemerintah dan Danantara agar proyek mobil nasional benar-benar bisa terealisasi.

Dia mengakui tantangan utama program mobil nasional adalah menjaga keseimbangan antara penggunaan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) dengan daya beli masyarakat.

Menurut Aditya, mobil nasional kemungkinan besar akan diarahkan menggunakan baterai NMC karena dianggap lebih mendukung agenda hilirisasi nikel nasional. Namun, harga kendaraan tetap harus kompetitif agar dapat diterima pasar.

"Tantangannya pasti pengen pro NMC, pasti. Tapi supaya mobnas ini betul-betul bisa jalan, pasti nanti kita juga melihat kemampuan penetrasi pasarnya," terang Dirut IBC.

Baca juga: Toyota Lagi Nimbang-nimbang Jualan Mobil PHEV Versi Murah

Ia menilai tantangan terbesar adalah bagaimana membuat idealisme penggunaan baterai NMC tetap sejalan dengan kemampuan beli konsumen Indonesia.

"Bagaimana membuat idealisme menggunakan NMC itu bisa betul-betul cocok dengan kemampuan beli masyarakat kita," imbuhnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini