Di sisi lain, Aditya menyebut produsen kendaraan listrik global atau Original Equipment Manufacturer (OEM) saat ini banyak memilih baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) untuk produk non-mobnas karena harganya lebih murah.
Sementara untuk program mobil nasional, pemerintah dan pemangku kepentingan domestik masih memiliki ruang untuk menentukan arah teknologi baterai yang digunakan.
Meski demikian, keputusan akhirnya tetap akan bergantung pada kemampuan pasar menyerap produk tersebut.
"Tapi kalau mobnas itu kontrolnya ada di kita, tapi kontrol di kita itu dibatasi oleh kemampuan market untuk menyerap. Nanti komprominya pasti akan ada di sana," ujar Aditya.
Baca tanpa iklan