News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bakal Hadirkan Model Baru, DFSK Optimistis Hadapi Dominasi Rival China di Segmen PHEV

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRODUK BARU - (kiri-kanan) Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin, CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus dan Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile Franz Wang saat menunjukkan produk terbaru dari DFSK yang akan launching di GIIAS 2026, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani).

Ringkasan Berita:

  • Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK dan Seres pun menyiapkan strategi untuk masuk ke pasar PHEV nasional
  • DFSK tengah menyiapkan produk baru di segmen PHEV berjenis SUV dan akan dikenalkan saat pameran otomotif GIIAS 2026 pada Juli mendatang.
  • Kendaraan PHEV dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murni 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persaingan kendaraan elektrifikasi, khususnya segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), semakin ramai di pasar Indonesia.

Sejumlah merek China mulai mencatatkan penjualan positif di segmen ini, seperti Chery Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH dan lain sebagainya, mendorong produsen lain untuk menghadirkan produk yang lebih kompetitif.

PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK dan Seres pun menyiapkan strategi untuk masuk ke pasar PHEV nasional melalui peluncuran model SUV terbaru yang diproduksi di Indonesia.

Baca juga: Investasi Pabrik Sejak 2017 di Cikande, DFSK Belum Kantongi Untung Hingga Sekarang

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan, pasar PHEV sebenarnya bukan hal baru, perkembangan teknologi baterai membuat kendaraan jenis ini kini semakin diminati konsumen.

"PHEV ini marketnya bukan baru banget, dulu sudah ada brand Eropa tapi harganya mahal (di atas Rp 1 milyar) dan baterainya kecil. Brand China masuk dengan baterai lebih gede. Kenapa kita pede? Sampai saat ini baterai kita paling gede. Fitur-fitur kita dibanding kompetitor kita tambahin. Kami sangat serius investasi di sini untuk memberikan yang terbaik," ucap Rifin dalam Media Luncheon di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).

Sebagai informasi, DFSK tengah menyiapkan produk baru di segmen PHEV berjenis SUV dan akan dikenalkan saat pameran otomotif GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

DFSK menilai, kehadiran model PHEV terbaru menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar otomotif Indonesia yang terus berkembang.

Apalagi, kendaraan PHEV dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Rifin menjelaskan, pengembangan model tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu. Karena diproduksi secara lokal, proses persiapannya memerlukan berbagai tahapan mulai dari riset pasar, penyesuaian fasilitas produksi hingga pengurusan regulasi.

"Persiapannya sudah dari tahun lalu. Beda kalau bawa CBU (impor) kapan saja bisa jual, tapi karena diproduksi di Indonesia, banyak langkah yang harus dilalui, uji tipe di kementerian, upgrade pabrik, riset pasar," ucapnya.

Ia menambahkan, SUV PHEV terbaru DFSK dirancang untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

"Produk ini sangat memuaskan untuk hobi, perjalanan jauh (long trip). Konsumsi bensinnya sangat irit, klaimnya 1 liter bisa di atas 80 km kalau kombinasi" ujarnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini