Pemeriksaa ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B.
Sehingga dengan melakukan tes kesehatan ini masing-masing pasangan dapat terhindar dari kemungkinan transmisi hepatitis B melalui hubungan seksual.
Baca Juga: Punya Beribu Manfaat, Konsumsi Jahe Ternyata Juga Bisa Sebabkan Efek Samping Ini untuk Kesehatan
Sebagai informasi, hepatitis B termasuk penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan cacat fisik hingga kematian pada bayi yang dilahirkan.
6. Pemeriksaan urine
Dengan melakukan pemeriksaan ini masing-masing pasangan akan mengetahui kelainan metabolik atau penyakit sistemik.
Hal yang menjadi penilaian dari pemeriksaan ini adalah warna, bau, hingga jumlah urine yang dikeluarkan.
7. Pemeriksaan TORCH
Pemeriksaan TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) dianjurkan dilakukan sebelum memulai program kehamilan atau sebelum menikah.
Pemeriksaan dengan mengambil sampel darah ini diperlukan untuk mengamati adanya virus penyebab infeksi.
TORCH mengintai kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.
Infeksi virus bahkan bisa membuat organ-organ tubuh bayi tidak berkembang sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Nyesal Baru Tahu, Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan Ternyata Bisa Mengontrol Gula Darah
Selain itu, masalah ini mungkin bisa muncul jika calon ibu tidak diberi vaksi TORCH:
- Penyakit kuning
- Masalah pendengaran
- Melahiran prematur
- Keguguran
8. Pemeriksaan organ reporduksi
Baca tanpa iklan