Sebab, viral load yang lebih banyak bisa menularkan ke orang yang kadar virusnya lebih rendah.
"Kalau seandainya viral loadnya lagi tinggi-tingginya, dalam artian kalau viral loadnya tinggi itu sangat infeksius dan bisa menularkan ke orang lain," ucapnya.
Lalu bagaimana jika hasrat sudah tidak terbendung lagi?
Dalam hal ini Inez menegaskan kalau pasangan harus sama-sama sehat, dalam arti lain keduanya positif Covid-19 tapi tanpa gejala.
"Jadi kalalu dari CDC itu juga menyarankan karena penelitiannya masih sedikit pakai kondom, pakai masker, bersih-bersih diri. Jadi sebelum melaukan hubungan seksual itu harus mandi, mandi bersih," saran Inez.
Perlu Kawan Puan garis bawahi hubungan seks saat terpapar Covid-19 bisa dilakukan, ASAL keduanya tanpa gejala.
Pasalnya, kalau salah satunya bergejala, ditakutkan akan sesak napas atau timbul hal yang tidak diinginkan.
"Terus kalau yang aku omongin ini adalah suami istri, suami positif, istrinya pun positif. Harus idealnya itu ya tidak melakukan hubungan seksual, karena bisa menular, karena berkaca tadi dengan viral load itu," tegasnya lagi.
Hal yang terpenting adalah melakukan segala upaya untuk meminimalisir risiko terpapar Covid-19.
Mengetahui hal tersebut, Inez menyarankan untuk melakukan aktivitas non seksual lain.
Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Pentingnya Oximeter Saat Isolasi Mandiri
"Cerita-cerita manis-manis, nonton film bareng, coba dibikin arah yang lebih ke sana lah, dibanding ke arah yang itu," sarannya.
Sebaiknya hindari aktivitas seksual terlebih dahulu, karena ditakutkan akan terjadi perburukan kondisi.
Intinya mari mencari alternatif kegiatan intim yang lain dengan cara yang kreatif!
Selain itu tetap saling mendukung satu sama lain supaya semangat untuk lekas sembuh.
(*)
Baca tanpa iklan