Kisah tersebut ia ceritakan dalam wawancaranya bersama Kompas TV Senin (12/7/2021).
Menurutnya selama 14 tahun menjalankan Rumah Harapan Melanie, belum pernah dalam 1,5 tahun semua sektor bangkrut serentak dan lebih banyak orang membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Berawal dari Keresahannya Sendiri, Koo Hye Sun Bikin Film Soal Isu Perempuan
Alhasil selama pandemi ini, Melanie bisa mendapatkan seratus pesan WhatsApp dalam dua jam ketika permintaan bantuan untuk warga terdampak pandemi dibuka.
Saking banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan, Melanie mengaku bahwa ada ribuan pesan yang bahkan belum sempat terbalas.
Ini karena hanya tiga orang di Rumah Harapan Melanie yang meng-handle semuanya.
Mulai dari menerima pesan, mengumpulkan donasi, hingga menyalurkan bantuan.
"Gue keliling ngelihat panti asuhan mereka hanya makan nasi, karena mereka dapat donasinya beras. Tapi untuk beli lauknya which is uang tunai, mereka nggak punya," ucap Melanie dalam video wawancara Mimpi Rumah Harapan Melanie, Penjaga Kewarasan Negara yang Cedera| NGOPI (1).
"Dan gue kembali melihat kasus-kasus yang makin menyedihkan dimana anak bayi nggak bisa ASI, nggak bisa beli susu, hanya dikasih air gula apa air teh. Orang tua kena PHK, cicilan tidak lagi terbayar," lanjut Melanie.
Akhirnya, Melanie dan timnya terus berjuang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Agar terus bisa membantu, Rumah Harapan Melanie tentu saja menerima banyak bantuan dari para donatur.
Baca Juga: Pendengarnya Bertambah Selama Pandemi Covid-19, Musik K-Pop Dinilai Bisa Pulihkan Kecemasan
Namun Melanie berharap, donatur tahu barang apa yang memang diperlukan oleh masyarakat terdampak pandemi ini.
"Yang didahulukan balita, bayi baru lahir, dan lansia. Semua keperluan bayi, susu, pampers, lalu kalau lansia itu obat-obatan, sembako karena orang butuh makan," ucapnya.
Perlu Kawan Puan ketahui bahwa bantuan yang disalurkan oleh Rumah Harapan Melanie ini tidak terbatas untuk yang di Jakarta atau Jawa saja, lho.
Baca tanpa iklan