Melansir American Academy of Ophtalmology, selain direndam dengan cairan multifungsi ini, softlens perlu dibersihkan dengan cara digosok secara perlahan dengan jari selama 10 detik.
Hal ini untuk memastikan kotoran benar-benar terangkat dari lensa.
Setelahnya, bilas dengan beberapa tetes cairan pembersih sebelum disimpan dan direndam dalam cairan pembersih khusus softlens.
Cairan Tetes Mata Khusus Softlens
Ada kalanya mata akan terasa kering saat mengenakan softlens, apalagi jika softlens telah digunakan dalam waktu yang lama.
Berlama-lama di ruangan ber-AC juga bisa menyebabkan mata terasa lebih kering lho, Kawan Puan.
Untuk itu, kembalikan kelembaban mata dengan cairan tetes mata. Tentunya, cairan tetes mata bagi pengguna softlens berbeda dengan cairan tetes mata biasa, lho.
Jika digunakan saat mengenakan softlens, obat tetes mata biasa dapat menghasilkan "deposit" yang menumpuk di permukaan lensa dan membuat pengelihatan menjadi kurang jernih.
Cairan tetes mata khusus untuk melubrikasi softlens ini disebut dengan re-wetting drops.
Untuk membedakan re-wetting drops dengan cairan tetes mata biasa, kamu bisa melihat label atau kemasan produk.
Ternyata, memilih softlens itu gampang-gampang susah, ya, Kawan Puan? Tentunya menggunakan softlens tidak akan sepraktis memakai kacamata.
Meski demikian, penggunaan softlens tetap aman untuk mata jika pemakaiannya tepat dan kebersihannya terjaga.
(*)
Baca Juga: Bagi Pengguna Kacamata, Ini Tata Cara Klaim Kacamata di BPJS Kesehatan
Baca tanpa iklan