Namun, kamu harus tahu jika kamu menyusui, tunggu untuk menawarkan dot sampai bayi kamu berusia 3 hingga 4 minggu dan Kawan Puan telah terbiasa dengan rutinitas menyusui.
Jika bayi kamu tidak tertarik dengan dot, jangan paksakan. Coba lagi di lain hari. Jika dot jatuh dari mulut bayi saat dia tidur, jangan masukkan kembali.
2. Posisi tidur
Tempatkan bayi kamu untuk tidur telentang, bukan tengkurap atau menyamping. Ini berlaku setiap kali kamu atau suami menidurkan bayi selama tahun pertama kehidupannya.
Jangan berasumsi bahwa orang lain akan menempatkan bayi Kawan Puan untuk tidur dalam posisi yang benar. Kamu perlu bersikeraslah agar posisinya benar.
Anjurkan pengasuh dan penyedia penitipan anak untuk tidak menggunakan posisi perut untuk menenangkan bayi yang marah.
3. Biarkan bayi tidur di kamar kamu
Idealnya, bayimu harus tidur di kamar Kawan Puan bersama, tetapi sendirian di tempat tidur bayi, seperti boks yang dirancang untuk tidur bayi.
Setidaknya selama enam bulan, dan, jika mungkin, hingga satu tahun. Pasalnya, ketahuilah bahwa tidur di kasur dewasa tidak aman untuk bayi.
Bayi dapat terperangkap dan tercekik di antara bilah kepala tempat tidur, ruang antara kasur dan bingkai tempat tidur, atau ruang antara kasur dan dinding.
Bayi juga bisa mati lemas jika orang tua yang sedang tidur secara tidak sengaja berguling dan menutupi hidung dan mulut bayi.
Baca Juga: Nutrisi yang Terkandung dalam ASI, Makanan Terbaik Bagi Bayi
4. Jaga agar tempat tidur bayi tetap kosong
Gunakan kasur yang keras dan hindari menempatkan bayi kamu di atas bantalan yang tebal dan halus, seperti kulit domba atau selimut tebal.
Baca tanpa iklan