News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Performative Workaholism, Kebiasaan Pamer Kesibukan Bekerja

Penulis: Tentry Yudvi
Editor: Deden saeful Ramdhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Parapuan Foto 2021-11-24 23:01:04

Parapuan.co - Dulu, istilah workaholic atau penggila kerja dianggap gaya hidup yang tidak sehat.

Sebab, mereka hanya kerja, kerja, dan kerja saja, bahkan untuk menyeimbangkan hidupnya juga jarang dilakukan.

Tapi, coba lihat diri kita sekarang. Deadline menumpuk, pekerjaan terus datang tanpa henti, bahkan jam kerja bisa sampai 16 jam, rasanya tak masalah.

Justru, kadang kita bangga dengan segudang kesibukan kita dalam pekerjaan sehingga tak jarang banyak memamerkan pekerjaan di media sosial.

Lini masa kita atau pun orang lain penuh tentang pekerjaan, seperti tidak ada kehidupan lain selain pekerjaan.

Baca Juga: Ini 5 Perusahaan Indonesia yang Masuk LinkedIn Top Startups 2021

Melansir New York Times, banyak orang sekarang malah menjadikan workaholic ini sebagai gaya hidup, yang disebut performative workaholism.

Orang ingin memamerkan kesibukan mereka di media sosial atau pun teman-teman mereka, karena tidak ingin dianggap pemalas.

Melansir Kinetix, gaya hidup pekerja seperti itu termasuk ke dalam hustle culture.

Hustle culture merupakan istilah yang menggambarkan motivasi untuk orang bekerja lebih demi meraih kesuksesan.

Pegila kerja ini biasanya memang suka pamer di media sosial betap sibuknya pekerjaan mereka, inilah yang termasuk ke dalam performative workaholism.

Memang tidak ada yang salah untuk menjadi pekerja yang performative workaholism.

Tapi, motivasi untuk kerja terus menerus akhirnya membuat kita menjadi burnout

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini