Uang kripto yang satu ini menggunakan buku besarnya sendiri alih-alih bank sentral untuk mengontrol pasokan uang.
Mata uang yang terdesentralisasi seperti Bitcoin ini juga dapat melakukan transfer uang peer-to-peer.
Transaksinya lebih cepat dan lebih murah dibandingkan pertukaran mata uang tradisional yang melibatkan lembaga pihak ketiga.
3. Dogecoin
Kamu tentu sudah tidak asing lagi Dogecoin yang kriptonya bergambar anjing Shiba Inu.
Awalnya digunakan sebagai meme, siapa sangka Dogecoin malah meroket nilainya sebagai mata uang kripto.
Dogecoin lebih cepat dan mudah dalam mencatatkan pembayaran, dan kini jadi salah satu uang kripto paling populer.
Baca Juga: Engineer hingga Designer, 5 Profesi Ini akan Populer di Metaverse
Berbeda dari Bitcoin, Dogecoin dirancang tidak memiliki batasan berapa banyak koin yang dibuat dari waktu ke waktu.
4. Binance Coin
Binance Coin juga merupakan platform, tetapi juga memiliki token atau uang kriptonya sendiri.
Platform ini bisa digunakan untuk membayar biaya pertukaran mata uang dan mendukung pertukaran terdesentralisasi.
Baca tanpa iklan