Hanya dibantu ibunya, risol mayo buatan Margo dibuat dengan bahan premium dan proses yang bersih.
Mulai dari membuat adonan kulit risol, memotong bahan isian, mencampur isian mayo, hingga menggoreng semua dilakukan di rumah.
Proses pembuatannya pun terlihat dilakukan dengan higienis, sehingga membuat pembeli yakin risol buatan Margo terjamin kualitas dan rasanya.
Pada video itu terlihat proses pembuatan ratusan risol tersebut dikerjakan dari siang hari hingga pukul 00.30 dini hari.
Setelah itu, Margo beristirahat untuk tidur sebentar, dan bangun di pukul 3 pagi untuk lanjut menggoreng risol mayo pesanan dan untuk dijual.
Selain menerima pesanan, risol mayo buatan Margo juga dijual setiap subuh di depan salah satu mini market kawasan Ciledug, Tangerang.
Satu risol mayo Margo dijual dengan harga Rp4.000, di mana pembeli yang datang hanya bisa membeli maksimal lima buah risol dalam sekali pembelian.
Baca Juga: Kisah Sukses Uni Tutie Ekspor Rendang Jengkol hingga Amerika Serikat dan Australia
Mengapa dibatasi? Sebab pembeli yang datang untuk membeli risol mayo dan kue-kue lainnya cukup banyak.
Sehingga pembelian pun dibatasi supaya semua pembeli yang datang bisa kebagian membeli risol mayo tersebut.
Salah satunya seperti cerita pengguna TikTok @makanlurr, yang mengaku rela menginap demi di penginapan terdekat, agar bisa kebagian membeli risol mayo buatan Margo sejak subuh.
"Nah gue dapat di jam 05.34 setelah antre dari jam 04.00 baru dapet. Dari subuh gue dari Bogor," kata pengguna TikTok @makanlurr.
Bahkan setelah ia selesai membeli, terlihat antrean panjang pembeli yang datang pun masih mengular.
Kesuksesan Margo menjual risol mayo memang tak lepas dari peran warganet yang kerap membagikan konten videonya dan ikut berkomentar.
Baca tanpa iklan