News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wajib Tahu, Ini Dampak Tidak Rutin Pakai Sunscreen Bagi Kulit Wajah

Penulis: Yussy Maulia
Editor: Wandha Nur Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sunscreen dibutuhkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Parapuan.co – Kawan Puan, paparan sinar matahari yang berlebihan merupakan salah satu penyebab dari berbagai permasalahan kulit, mulai dari perubahan warna kulit yang menjadi tidak merata (hiperpigmentasi) hingga penuaan dini.

Oleh sebab itu, Kawan Puan yang sering beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan tabir surya atau sunscreen secara rutin.

Sayangnya, kesadaran perempuan Indonesia untuk menjadikan sunscreen sebagai produk perawatan kulit (skincare) sehari-hari tergolong rendah.

Berdasarkan survei Zap Beauty Index yang dilakukan oleh Zap Beauty Clinic, 97 persen perempuan Indonesia yang menjadi responden survei tidak menyadari pentingnya sunscreen bagi kulit.

Baca Juga: Alergi Sinar Matahari Sering Dialami Perempuan, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Padahal, Indonesia merupakan negara beriklim tropis, di mana matahari bersinar terik hampir sepanjang tahun. Oleh sebab itu, Kawan Puan perlu memahami pentingnya pemakaian sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Efek jangka panjang bagi kulit

Saat kulit terpapar sinar matahari secara langsung, salah satu efek yang dapat terlihat secara langsung adalah perubahan warna. Bagian kulit yang terpapar sinar matahari biasanya menjadi lebih gelap, bahkan muncul noda hitam pada beberapa area.

Namun, ada pula efek jangka panjang bagi kulit. Efek ini biasanya baru muncul beberapa bulan atau tahun setelah kulit terus-menerus terpapar sinar matahari.

Untuk diketahui, matahari menghasilkan tiga jenis sinar ultraviolet (UV). Dua jenis di antaranya adalah UVA dan UVB. Keduanya memiliki gelombang radiasi yang berbahaya bagi kulit.

Baca Juga: Pemakaian Sunscreen Bikin Kita Kekurangan Vitamin D, Mitos atau Fakta?

Melansir dari laman WebMD, sinar UVA dapat menembus hingga lapisan kulit dalam atau dermis dan menyebabkan kerusakan kulit. Hal ini karena sinar UVA memiliki gelombang cahaya yang lebih panjang daripada sinar UVB.

Sinar UVA dapat memicu beberapa tanda penuaan dini, seperti garis-garis halus dan kerutan, serta membuat tampilan kulit menjadi lebih kusam. Lebih parahnya lagi, sinar UVA diketahui dapat memicu kanker kulit.

Sedangkan sinar UVB memiliki gelombang cahaya yang lebih pendek. Sinar ini hanya dapat menembus lapisan terluar kulit atau epidermis.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini