Kamu bisa memiliki dua versi rate card di mana yang satu untuk dikirimkan ke klien, dan satu lagi disimpan untuk dijadikan referensi.
Jadi ketika membuat rate card, tuliskan semua kemampuan yang bisa kamu kerjakan lewat media sosialmu, bukan hanya yang ingin kamu iklankan secara publik.
2. Tambahkan Detail Kerja Sama
Di bagian ini, kamu bisa menuliskan hal-hal spesifik dalam kerja sama untuk ditawarkan kepada klien.
Sebagai contoh kamu bisa mencantumkan hasil kerja konkret seperti insight unggahan media sosial, atau hasil penjualan dengan brand lain di kerja sama sebelumnya.
Kamu bisa menambahkan detail untuk setiap projek yang akan kamu kerjakan.
Baca Juga: Selain Pakai Jasa Artis, Ini 5 Jenis Endorsement sebagai Cara Beriklan
Misalnya jika kerja sama akan diunggah di media sosial Instagram, kamu bisa menambahkan detail kerja sama lewat feed, Instagram Stories, atau reels.
3. Tentukan Tarif Jasa
Salah satu cara termudah untuk menentukan tarif dasar dari rate card adalah dengan melihat kemampuan dan kapasitas yang bisa kamu kerjakan.
Berapa target penghasilanmu? Berapa jam kamu ingin bekerja dalam seminggu? Hal ini patut dipertimbangkan.
Bergantung pada pengalaman dan jenis klien yang menjalin kerja sama, kamu juga pasti ingin meningkatkan penghasilan dari waktu ke waktu.
Untuk itu tentukan tarif dasar terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan waktu dan kemampuan, sehingga bisa kamu kerjakan secara maksimal.
Kamu juga bisa menggunakan tarif dasar jasamu untuk menetapkan tarif per jam atau berbasis proyek.
Baca tanpa iklan