News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Aria Bima: Berdasarkan Perhitungan Jawa, Rabu Hari Baiknya Jokowi

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla melambaikan salam tiga jari seusai memberikan pidato kemenangan, di atas sebuah kapal pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014). Berdasarkan rekapitulasi suara yang dihitung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi-JK unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan pidato kemenangan dari atas kapal pinisi di Pelabuhan Rakyat, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014) malam.

Siapa yang mengira acara tersebut digarap hanya dalam waktu yang relatif singkat. Yakni satu malam oleh lima orang dari tim media center Jokowi-JK, Jalan Cemara 19, Jakarta.

Ide awal memilih Pelabuhan Rakyat dan di atas kapal kayu pinisi berasal dari Jokowi. Sebab, Jokowi ingin mengingatkan bangsa ini akan sejarah nusantara saat nenek moyang mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia.

Semua persiapan acara ada di bawah komando langsung tim pemenangan Jokowi-JK, Aria Bima. Kepada Tribunnews, Aria Bima mengungkapkan kekhawatiran besarnya pada acara pidato kemenangan, yakni terkait keamanan.

"Maka koordinasi keamanan dengan pihak pelabuhan, dan polres kita lakukan. Termasuk dengan keamanan dua kapal cepat yang dipakai Jokowi-JK. Yang satu dari kepolisian dan yang satu lagi dari Pelabuhan," kenang Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Kekhawatiran itu pun hilang, jelas Bimo--sapaannya--ketika pihak keamanan memberikan jaminan. Tim kerja pun bekerja dengan mengendap-endap agar tidak banyak pihak mengetahui rencana pidato kemenangan Jokowi-JK.

Karena itu pula, kata dia, kepada awak media pun, panitia merahasiakannya. Meskipun hal itu sempat bocor di sejumlah media pada Selasa (22/7/2014) siang.

Lebih lanjut, Bimo mengungkapkan kekhawatiran tidak berhenti di situ saja. Kekhawatiran akan guyuran hujan pada saat acara juga menghantui pikiran tim kerja.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebab, seperti permintaan Jokowi, baik di kapal pinisi sebagai panggung acara dan tempat awak media meliput tidak boleh ada tenda.

"Karena Pak Jokowi minta tidak ada tenda penutup, baik di tempat Pak Jokowi pidato maupun untuk tempat kawan-kawan media meliput. Semua harus alam. 'Alam nanti bersahabat dengan kita.' Itu yang Pak Jokowi yakinkan," kenang Anggota DPR RI ini.

Kekhawatiran itu menjadi luar biasa membuat Bimo dan Tim panik, tatkala hujan mengguyur sangat deras, satu setengah jam sebelum acara dimulai. Kepanikan dirinya makin bertambah kala Jokowi menghubunginya telah melintas di bilangan Kuningan.

"Kemudian masuk tol. Sepuluh menit sebelum Pak Jokowi datang, itu hujan sama sekali tidak terlihat lagi turun mengguyur. Satu hal yang luar biasa karena alam memang memberikan dukungan yang luar biasa," kisahnya terbata-bata, seperti terlarut kembali dalam situasi tersebut.

Kisah belum berhenti, kata Bimo. Saat dirinya hendak mentransitkan sejenak Jokowi di Restoran Marina Batavia usai hujan mengguyur, banyak kayu di galangan kapal basah dan sangat licin. Sebab, selama ini kapal terkena oli.

Bimo ingin tim sementara bekerja mengeringkan dan mengamankan kondisi di kapal. Jokowi beristirahat sejenak setelah perjalanan dari komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tapi, kata Bimo, saat itu Jokowi malah ingin langsung menuju lokasi. "Saat itu persiapan kita sangat kaget. Pada saat di kapal saya menghubungi kawan-kawan yang sudah menyiapkan, dan katakan Pak Jokowi sudah jalan dan sekarang sudah di kapal cepat," ujarnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini