Pada SEA Games 2025 yang digelar di Thailand, e-sport kembali dipertandingkan dengan sejumlah penyesuaian, di mana empat gim diperlombakan, yakni Mobile Legends: Bang Bang, Arena of Valor, FC Online, dan Free Fire.
Indonesia menurunkan puluhan atlet untuk berlaga di berbagai nomor, termasuk MLBB putra dan putri, Free Fire, serta FC Online berbasis PC.
Prestasi pun kembali ditorehkan, salah satunya melalui raihan medali perunggu pada nomor MLBB putra.
Capaian ini semakin menegaskan posisi e-sport sebagai cabang olahraga kompetitif yang terus berkembang dan memiliki ruang prestasi bagi generasi muda Indonesia.
The Champion Race, E-sport Pendidikan Pertama di Indonesia
Di tengah pesatnya perkembangan e-sport, muncul perhatian penting terhadap dampaknya bagi generasi muda.
Di satu sisi, e-sport kerap dikaitkan dengan aktivitas bermain gim yang berlebihan.
Namun di sisi lain, jika dikelola secara tepat dan terarah, e-sport justru menyimpan potensi edukatif yang besar sebagai sarana pembelajaran yang relevan dengan karakter generasi digital.
Gim berbasis kompetisi mendorong pemain untuk memahami instruksi berbahasa Inggris, melatih kemampuan membaca, serta mengasah kecerdasan visual dan spasial.
Interaksi dalam gim multiplayer juga menuntut koordinasi, komunikasi, kerja sama tim, dan sportivitas.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi munculnya gagasan e-sport yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada proses belajar dan pengembangan karakter.
Gagasan ini diwujudkan melalui The Champion Race, kompetisi e-sport pendidikan pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Ganesha Operation.
Mengusung konsep Ganesha Operation E-Sport (GO E-Sport), ajang ini memadukan mekanisme kompetisi e-sport dengan konten akademik.
Peserta tidak bertanding menggunakan gim konvensional, melainkan mengerjakan soal-soal pembelajaran secara real-time melalui aplikasi GO Expert, melawan siswa GO lain dari berbagai daerah di Indonesia sesuai jenjang pendidikannya.
The Champion Race diikuti oleh siswa Ganesha Operation dari seluruh Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu.
Pada babak penyisihan, siswa diwajibkan telah mengerjakan minimal 6.000 soal dengan tingkat ketepatan jawaban sedikitnya 75 persen.
Baca tanpa iklan