Komposisi kimia batuan (misalnya, kandungan silika SiO2, oksida logam (Al2O3 dan Fe2O3) memengaruhi kekuatan dan elastisitas batuan.
Batuan dengan komposisi kimia tertentu lebih mudah pecah (rapuh) atau lebih mudah mengalir di bawah tegangan, yang pada akhirnya memengaruhi cara energi dilepaskan saat terjadi patahan.
Dalam fisika bumi, gaya utama yang menggerakkan sesar berasal dari tegangan tektonik akibat pergerakan lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia. Tegangan ini terakumulasi secara terus-menerus di sepanjang bidang sesar.
Bukti-bukti geofisika dari para peneliti menujukkan bahwa Sesar Lembang aktif dan puncaknya akan terjadi Gempa besar 6,5 hingga 7,0 Magnetudo seperti dalam Jurnal Tectonophysics yang dipublikasikan oleh Daryono dkk (2019).
Berikut beberapa bukti ilmiah bahwa sesar lembang terjadi secara aktif.
Bukti Fisik: Kajian Geofisika dan Geotermal
Adanya gawir sesar yang berupa tebing curam yang terbentuk akibat adanya pergeseran vertikal pada sesar (patahan) yang baru atau aktif di kawasan Gunung Batu dan Maribaya menunjukkan adanya pergerakkan vertika berulang kali.
Hal ini dikuatkan dengan Data Geodesi dan GPS, diperkirakan perkiraan laju geser, yaitu antara 2 hingga 5,5 mm/tahun yang mengindikasikan akumulasi tegangan per tahun.
Para peneliti BRIN menggali parit (trenching) melintasi bidang sesar. Di dasar parit ditemukan lapisan-lapisan sedimen yang terpotong (displaced) atau terdapat endapan likuefaksi purba.
Pemotongan lapisan-lapisan ini menjadi bukti bahwa sesar telah bergerak hebat di masa lalu. ari data paleoseismologi, para peneliti ini dapat memperkirakan periode ulang (recurrence interval) gempa besar di masa lalu.
Peneliti geofisika BMKG, Rasmid, menemukan adanya gempa-gempa kecil berkekuatan di bawah Magnitudo 3,0 SR yang sering terjadi di sekitar sesar ini merupakan bukti bahwa sesar tersebut masih aktif dan terus melepaskan energi secara perlahan.
Kajian Geokimia
Selain geofisika, indikator aktivitas sesar juga terlihat dari proses kimia di bawah permukaan bumi.
Saat tekanan dalam kerak meningkat, mineral-mineral batuan mengalami perubahan struktur kimia:
- Reaksi rekahan memecah mineral dan menghasilkan panas lokal.
- Perubahan mikrostruktur menyebabkan pelepasan ion-ion seperti Ca⊃2;⁺, Mg⊃2;⁺, Fe⊃2;⁺.
- Dissolusi (pelarutan) meningkat ketika fluida hidrotermal naik melalui rekahan baru.
Pengamatan geokimia pada beberapa titik mata air panas di sekitar kawasan Lembang menunjukkan variasi komposisi ion yang konsisten dengan aktivitas tektonik.
Penelitian geokimia menunjukkan adanya fluktuasi konsentrasi gas tertentu, seperti Radon (Rn), di dekat sesar aktif.
Radon adalah unsur radioaktif yang dihasilkan dari peluruhan uranium dan torium dalam batuan.
Baca tanpa iklan