News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ikuti Program Kampus Merdeka dari Kemendikbud RI, FKIP UMS Bakal Kembangkan Artikel Publikasi

Penulis: Inza Maliana
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Organisasi Penggerak(Dok. Kemendikbud)

TRIBUNNEWS.COM - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut serta mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program tersebut dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 24 Januari 2020 lalu.

Rencananya, program yang akan dimulai dilaksanakan pada 2021 dimajukan mulai 14 September 2020.

Adapun Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ini, bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam penguasaan berbagai bidang keilmuan.

Dekan FKIP UMS, Prof Harun Joko Prayitno menjelaskan, program tersebut berguna bagi para mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum. (Tribunnews/Istimewa)

Terlebih, mahasiswa FKIP ini dapat berperan di masyarakat terutama bidang pendidikan.

"Program MBKM yang diturunkan menjadi Kampus Mengajar Perintis (KMP) Kemendikbud RI ini akan dlaksanakan selama 3 bulan penuh di sejumlah sekolah dasar di seluruh pelosok Indonesia."

"Program KMP ini umumnya dilaksanakan di sekolah dasar di lingkungan terdekat mahasiswa berasal atau mahasiswa tinggal."

"Misalnya, mahasiswa FKIP UMS yang berasal dari Bangka Belitung atau dari Pulau Raja Ampat, maka dalam memilih Program KMP ini di SD sekitar lingkungannya," ujar Harun kepada Tribunnews, Rabu (9/9/2020).

Menurut Harun, syaratnya adalah sekolah dasar yang terkareditasi maksimal B, dan diutamakan di SD yang terakreditasi C atau bahkan belum terakreditasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat peluncuran program Kampus Merdeka. (Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi)

Baca: Kemendikbud Targetkan 80 Persen Lulusan Vokasi Terserap ke Dunia Industri

Kemudian, Program KMP versi Kemdikbud ini direncanakan akan melibatkan sebanyak 2.000 mahasiswa.

Mahasiswa tersebut berasal dari seluruh LPTK baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia.

Harun menjelaskan, program ini dilaksanakan selama 3 bulan di sekolah atau setara 1.750 jam.

Adapun sasaran program KMP ini merupakan pembelajaran siswa di sekolah dengan protokol kesehatan.

Bisa juga mendampingi guru dalam IT pembelajaran atau mendampingi manajemen sekolah selama masa pandemi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini