News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Materi Sekolah

Mengenal Pengertian Fastabiqul Khairat dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berdoa - Berikut pengertian Fastabiqul Khairat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya terdapat dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 148, yang berbunyi:

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ١٤٨

Artinya:

Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalam ayat tersebut, terdapat perintah yang jelas tentang berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat).

Nantinya, apabila seorang umat Muslim melakukan kebaikan, maka Allah SWT akan memberikan balasan.

Umat Muslim diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan karena kesempatan waktu hidup di dunia hanya sementara dan terbatas oleh ruang dan waktu.

Sehingga tidak ada satu pun yang tahu kapan waktu kita dipanggil oleh Allah SWT.

Selain itu, kita juga tidak tahu kapan waktu seseorang berubah.

Di pagi hari seseorang beriman, bisa jadi di malam hari ia sudah tidak beriman

Oleh karena itu, Islam menganjurkan umatnya untuk bersegera dalam berbuat kebaikan.

Baca juga: Bedah Fikih Peradaban, Agama untuk Perdamaian dan Kemaslahatan Dunia

Perintah tersebut juga terdapat dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, berikut:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا وَيُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ أَحَدُهُمْ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya: “Bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan amal-amal shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita di mana ada seseorang yang pada waktu pagi ia beriman, tetapi pada waktu sore ia kafir, pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia kafir, ia rela menukar
agamanya (dengan sedikit keuntungan dunia)”. (H.R. Muslim)

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini