TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA- 40 guru SMPN 12 Yogyakarta mengikuti pelatihan Sistem Pembelajaran dan Kelas Interaktif Berbasis TIK.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran digital di era teknologi 4.0.
Dibawakan oleh Dr. Adhi Prasetio, pelatihan ini mengajarkan penggunaan berbagai aplikasi digital seperti Classpoint, Thinglink, Halo AR, Magic School AI, dan Crosswords untuk menciptakan pembelajaran interaktif.
Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga langsung mempraktikkan fitur-fitur aplikasi tersebut.
Menurut Dr. Adhi, pelatihan ini dirancang untuk mendorong inovasi di kelas.
Baca juga: Kemendikdasmen Bakal Lakukan Pemerataan Jumlah Guru Agar Tidak Menumpuk di Satu Daerah
“Kami berharap guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik sehingga siswa lebih aktif dan terlibat,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2024).
Salah satu peserta, guru Ratna, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri untuk menerapkan teknologi di kelas.
Pengembangan Sistem Pembelajaran Berbasis Moodle
Dalam pelatihan yang dibawakan oleh Candiwan, S.T., M.ICT., peserta diajak memahami dan mempraktikkan penggunaan Learning Management System (LMS) Moodle. Platform ini memungkinkan pengelolaan pembelajaran yang lebih terstruktur, dari kelas virtual hingga penilaian otomatis.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Universitas Telkom Bandung. Semoga pelatihan ini berdampak positif bagi kualitas pengajaran guru kami,” ungkap Kepala Sekolah, Bapak Abdurrahman, saat membuka acara.
Melalui sesi praktik langsung, para guru belajar membuat modul pembelajaran dan tugas interaktif, menjadikan pengalaman belajar siswa lebih fleksibel dan dinamis.
Siti Nurhayati, seorang peserta, berharap kegiatan serupa terus diadakan untuk memperkaya metode pengajaran.
Dua pelatihan ini menegaskan komitmen Universitas Telkom Bandung mendukung transformasi pendidikan di era digital. Para narasumber ini juga dibantu oleh anggota tim Abdimas lainnya yaitu Dr. Fetty Poerwita Sary dan Dr. Nidya Dudija. Tim Abdimas ini juga berharap kolaborasi ini dapat membantu SMPN 12 Yogyakarta menjadi pelopor pembelajaran berbasis teknologi di Yogyakarta.
Dengan implementasi teknologi yang lebih masif, SMPN 12 Yogyakarta diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.