TRIBUNNEWS.COM - Siswa SD/MI Kelas 5 saat ini memasuki Bab 1 dalam buku Koding dan Kecerdasan Artifisial Kurikulum Merdeka Edisi Revisi yang berjudul “Berpikir Komputasional: Menemukan Solusi”, yang ditulis oleh Cahaya Arifin dan rekan-rekan, serta diterbitkan oleh Kemdikbudristek pada tahun 2025.
Pada bagian ini, siswa diajak untuk menganalisis pentingnya ketelitian dalam menulis instruksi melalui contoh aktivitas menyusun balok yang dilakukan Arif.
Melalui Aktivitas 1.6 halaman 46 pada materi Koding dan Kecerdasan Artifisial, siswa diminta mencermati perbandingan antara instruksi yang terlalu umum dan instruksi yang disusun lebih rinci dan terstruktur.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa menjawab berdasarkan pemahaman pribadi terlebih dahulu.
Kunci jawaban berikut disediakan sebagai referensi untuk membantu proses belajar bersama guru maupun orang tua.
Kunci Jawaban Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 Halaman 46 Kurikulum Merdeka
Aktivitas 16 Menyusun Balok
Kerjakan aktivitas ini secara mandiri.
Suatu hari, Arif sedang membuat robot dari tugas sekolah, robot itu memiliki misi untuk menyusun balok warna-warni. Arif menulis instruksi seperti ini:
1. Mulai
2. Ambil balok
3. Susun balok
4. Selesai
Namun, saat robotnya bekerja, baloknya jatuh semua. Ternyata, Arif lupa menulis langkah penting. Ia lupa menuliskan instruksi untuk menyesuaikan ukuran balok sebelum disusun.
Belajar dari kesalahannya, Arif menuliskan instruksi kembali dengan lebih detail, seperti ini:
1. Mulai
2. Ambil balok ukuran paling besar
3. Susun balok di bagian paling bawah
4. Ambil balok ukuran terbesar kedua
5. Susun balok di atas balok pertama yang paling besar
6. Lakukan pengulangan pola seperti itu
7. Selesai
Perintahnya berhasil dan balok tersusun dengan rapi serta stabil.
Pertanyaan Reاٴeksi
1. Menurutmu apa kesalahan yang dilakukan Arif saat menulis instruksi?
Jawaban: Arif menulis instruksi yang terlalu umum: hanya “ambil balok” dan “susun balok”. Ia tidak menyebutkan ukuran balok dan urutan penyusunannya. Padahal, perbedaan ukuran balok menjadi faktor penting agar susunan bisa stabil. Instruksinya belum cukup detail untuk dijalankan dengan benar oleh robot.
2. Apakah kamu pernah menulis petunjuk atau instruksi, tetapi ada bagian yang terlewat? Apa akibatnya?
Jawaban: Jika ada bagian instruksi yang terlewat, hasilnya bisa keliru atau bahkan gagal total, seperti balok yang roboh dalam cerita Arif. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa terjadi saat menulis resep, petunjuk permainan, atau langkah eksperimen. Satu langkah yang hilang bisa membuat seluruh proses menjadi kacau.
3. Langkah-langkah apa saja yang kamu tulis jika kamu menyusun pseudocode untuk membuat robot?
Baca tanpa iklan