News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bukan Cuma Bisa Baca Tulis, Ini 5 Dimensi Kesiapan Anak Masuk Sekolah yang Sering Terabaikan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI SISWA SD.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua menilai kesiapan sekolah anak dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. 

Padahal, menurut kajian tumbuh kembang anak, kesiapan sekolah bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai aspek perkembangan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Hesti Lestari, Sp.A, Subsp. TKPS(K), menjelaskan bahwa kesiapan sekolah mencakup kesiapan sosial-emosional, fisik dan motorik, bahasa dan komunikasi, kognitif, serta kesiapan cara belajar.

“Kesiapan sekolah itu bersifat multidimensi, siap secara sosial emosional, fisik motorik, komunikasi bahasa, kognitif, serta cara belajar. Semua dimensi ini saling menunjang,” jelasnya diskusi media virtual, Rabu (17/12/2025). 

Baca juga: Bupati Situbondo Tegaskan Kesiapan Sekolah Rakyat untuk Tahun 2026: Peminat Membeludak

Pertama, kesiapan sosial-emosional mencakup kemampuan anak berinteraksi dengan teman, mengontrol diri, bekerja sama, serta menjadi bagian dari kelompok. 

Anak yang matang secara emosional mampu menghadapi kegagalan tanpa menangis berlebihan dan memiliki rasa percaya diri yang sehat.

Kedua, kesiapan fisik dan motorik berhubungan dengan daya tahan tubuh, kecukupan energi, serta perkembangan motor kasar dan halus. 

Ketiga, motorik kasar memungkinkan anak mengikuti aktivitas fisik, sementara motorik halus menunjang kemampuan memegang pensil dan membuka buku.

Keempat, kesiapan bahasa dan komunikasi menjadi dasar proses literasi. Anak perlu memahami instruksi verbal dan mampu menyampaikan kebutuhan secara jelas. 

Stimulasi bahasa sejak dini membantu membangun fondasi membaca dan menulis.

Kesiapan kognitif dibentuk melalui pengalaman, seperti membaca bersama orang tua, mengenal simbol, warna, bentuk, serta memahami konsep ruang. Semua ini membutuhkan stimulasi yang sesuai tahapan usia.

Terakhir, kesiapan cara belajar mencerminkan bagaimana anak menyerap informasi. 

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, dipengaruhi oleh temperamen dan pengalaman sebelumnya.

Dr. Hesti menekankan bahwa seluruh dimensi ini perlu dipersiapkan secara komprehensif sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, imunisasi, stimulasi yang tepat, serta hubungan timbal balik yang hangat antara anak dan orang tua.

Dengan demikian, kesiapan sekolah bukan soal seberapa cepat anak masuk kelas, melainkan seberapa matang seluruh aspek perkembangannya saat memulai perjalanan belajar formal.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Saksikan juga liputan khusus Tribunnews tentang aktivitas siswa di Sekolah Rakyat:  

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini