TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD/MI Kelas VI, siswa diajak untuk menyelami kekayaan jati diri bangsa melalui penelusuran budaya dan tradisi yang ada di lingkungan sekitar.
Aktivitas ini bukan sekadar tugas mengumpulkan data, melainkan sebuah perjalanan reflektif bagi siswa untuk memahami bagaimana nilai-nilai leluhur tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.
Fokus pembelajaran pada bagian ini adalah mengasah kemampuan literasi dan investigasi siswa melalui studi literatur yang mendalam.
Dengan meninjau asal-usul, prosesi, hingga filosofi di balik sebuah tradisi, siswa dilatih untuk berpikir kritis dan sistematis dalam melihat keterkaitan antara praktik sosial dengan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk menghargai keberagaman budaya sebagai pemersatu bangsa.
Kegiatan ini memperkuat karakter cinta tanah air dan rasa hormat terhadap warisan nenek moyang, sekaligus melatih kemandirian siswa dalam memanfaatkan media digital secara bijak untuk menemukan informasi yang akurat.
Selain itu, tugas ini menekankan pada kreativitas dalam menyampaikan pesan melalui pembuatan infografis.
Di sini, siswa belajar untuk menyederhanakan informasi kompleks menjadi visual yang menarik dan edukatif, sehingga pengetahuan tentang kearifan lokal dapat tersebar luas dan lebih diminati oleh generasi muda.
Soal ini terdapat pada Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, tepatnya pada halaman 93 94 bagian Ayo, Menyelidiki.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri, Ati Haviati Oktora, Ekatannia Tresnasari dan Maria Jeanindya Wahyudi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berikut adalah kunci jawaban dan panduan penyelidikan untuk halaman 93 94 yang dapat membantu siswa, guru, maupun orang tua dalam mendampingi proses belajar mandiri yang eksploratif di rumah.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 51 Kurikulum Merdeka: Uji Pemahaman Bab 2, Cerita Indonesia Kita
Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka
Ayo, Menyelidiki
Kamu sudah memiliki 4 budaya dan tradisi yang masih dipraktikkan di lingkunganmu. Sekarang, waktunya kamu meninjau lebih dalam, tradisi dan budaya tersebut.
1. Lakukan penyelidikan ini secara individu!
2. Pilihlah satu dari empat tradisi dan budaya yang sudah dipilih kelompok.
Lakukan kesepakatan agar setiap anggota kelompok memilih budaya atau tradisi yang berbeda!
3. Lakukan studi literatur untuk menemukan informasi-informasi berikut.
a. Kapan budaya atau tradisi ini dilakukan?
b. Di mana asal budaya atau tradisi itu dilakukan?
c. Apa bentuk budaya atau tradisi tersebut?
d. Apa tujuan dilakukannya budaya atau tradisi?
e. Siapa yang terlibat di dalamnya?
f. Bagaimana prosesi budaya atau tradisi tersebut dilakukan?
g. Apa saja yang digunakan dalam pelaksanaan budaya atau tradisi ini?
(Misalnya: alat yang digunakan, alat musik, makanan, dan pakaian)
h. Mengapa budaya atau tradisi tersebut masih dipraktikkan di masyarakat?
i. Apa nilai kearifan lokal yang ada di dalamnya?
Jika memungkinkan, kamu dapat menggunakan media digital yang ada di sekolahmu untuk menemukan semua informasi tersebut. Jangan lupa untuk meminta pendampingan dari guru saat kamu melakukannya.
4. Buatlah infograٴs yang menarik dari informasi yang sudah berhasil dikumpulkan!
Jawaban:
Tradisi Sekaten
a. Kapan dilakukan? Setiap tanggal 5 hingga 12 Rabiul Awal (bulan Maulud dalam kalender Jawa) untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
b. Di mana asalnya? Berasal dari wilayah Kesultanan Mataram, kini dilestarikan secara turun-temurun di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
c. Apa bentuknya? Upacara adat religius yang dipadukan dengan pesta rakyat (pasar malam) dan puncaknya adalah iring-iringan gunungan.
d. Apa tujuannya? Awalnya sebagai media dakwah Islam oleh Wali Songo. Saat ini bertujuan sebagai bentuk syukur, peringatan Maulid Nabi, dan pelestarian budaya.
e. Siapa yang terlibat? Keluarga Keraton (Sultan/Raja), para abdi dalem, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat umum.
f. Bagaimana prosesinya? Diawali dengan keluarnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga menuju Masjid Agung. Gamelan ditabuh selama 7 hari. Puncaknya adalah upacara Gerebeg Maulud (arak-arakan gunungan).
g. Apa saja yang digunakan?
- Alat Musik: Gamelan Sekaten (ukiran khusus dan berukuran besar).
- Makanan: Gunungan (hasil bumi seperti sayuran, buah, dan rengginang), serta nasi gurih.
- Pakaian: Pakaian adat Jawa (beskap dan kain batik bagi pria, kebaya bagi wanita).
- Benda Lain: Kembang kantil dan sirih (biasanya dikunyah masyarakat saat mendengarkan gamelan).
h. Mengapa masih dipraktikkan? Karena sudah menjadi Identitas Daerah yang kuat, bentuk Penghormatan Leluhur, serta daya tarik wisata yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman (adanya pasar malam/ekonomi kreatif).
i. Apa nilai kearifan lokalnya? Nilai religius (syukur kepada Tuhan), nilai kebersamaan (gotong royong saat berebut gunungan), dan nilai keselarasan antara manusia, alam, dan pencipta.
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan