TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep pengetahuan sosial dan budaya, tetapi juga dilatih membangun kepekaan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Siswa diajak melihat bahwa aturan, anjuran, dan tradisi yang berkembang di lingkungan memiliki tujuan tertentu, seperti menjaga keselamatan, ketertiban, serta keharmonisan sosial.
Melalui rangkaian aktivitas pengamatan dan diskusi, pembelajaran IPAS mendorong peserta didik untuk berlatih berpikir reflektif.
Mereka tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga diminta menimbang sebab-akibat, sudut pandang yang berbeda, serta dampak dari sebuah pilihan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Soal yang dibahas berada pada Bab 4 | Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, tepatnya pada bagian “Ayo, Mengamati” Kasus 2.
Bagian ini mengajak siswa menganalisis sebuah situasi sosial yang dekat dengan kehidupan mereka, kemudian mendiskusikan nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya.
Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 103 pada bagian Ayo, Mengamati: Kasus 2, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua agar proses pembelajaran menjadi lebih terarah.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 103 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
Ayo, Mengamati
Kasus 2
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 102 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo, Mengamati: Kasus 1
Sepulang sekolah, Aga bermain badminton bersama teman-teman di lapangan komplek rumahnya. Saking asyiknya bermain, Aga baru sadar kalau suasana mulai redup menandakan hari menjelang malam. Aga pun mengajak teman-temannya untuk mengakhiri permainan dan pulang. Tetapi beberapa temannya menolak karena permainan mereka sedang seru-serunya.
"Main menjelang malam tidak baik, teman-teman. Sebentar lagi magrib. Kata nenekku, menjelang magrib banyak jin yang keluar," ujar Aga mengingatkan. Tetapi teman-temannya menertawakan dan mengatakan kalau larangan itu mitos. Larangan itu ada, karena dulu tidak ada penerangan seperti sekarang. Jadi suasana akan sangat gelap. Kalau sekarang, mereka bermain di lapangan kompleks yang terang oleh pencahayaan lampu yang memang dipasang di sana. Aga pun ragu. Ia ingat pesan neneknya. Ia berpendapat bahwa penjelasan temannya bisa dipahami. Akhirnya, ia memutuskan untuk melanjutkan bermain bersama teman-temannya.
Diskusikan kembali bersama teman sebangkumu mengenai:
1. Apakah kamu setuju dengan keputusan Aga? Jelaskan alasanmu!
Jawaban:
Ya, saya setuju. Keputusan Aga tepat karena ia mau mempertimbangkan nasihat orang tua dan neneknya. Menjelang magrib hari mulai gelap sehingga berisiko jika terus bermain di luar. Selain itu, waktu magrib juga biasanya digunakan untuk bersiap ibadah dan berkumpul dengan keluarga.
2. Apakah di keluargamu memiliki larangan yang sama?
Jawaban:
Ya. Di keluarga saya juga ada anjuran untuk berhenti bermain saat menjelang magrib agar bisa pulang, membersihkan diri, dan bersiap untuk ibadah serta tidak berada di luar saat hari sudah gelap.
Baca tanpa iklan