TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 122 bab 5.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 122, karangan Rudi Ahmad Suryadi, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021 yakni Damaskus: Pusat Peradaban Timur Islam (661-750 M).
Damaskus, ibu kota Suriah, memiliki peran penting sebagai pusat peradaban Timur Islam pada periode Kekhalifahan Umayyah (661–750 M).
Kota ini menjadi simbol politik, budaya, dan intelektual yang maju pada masa itu. Berikut penjelasannya dalam narasi yang mudah dipahami:
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 122 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 122: Selangkah Lebih Maju.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 122
Selangkah Lebih Maju
1. Buatlah tabel mengenai perbedaan kebijakan al-khulafa al-rasyidun dengan Bani Umayyah dalam bidang pemerintahan dan pendidikan! Catatan kalian dituangkan pada buku tugas, lalu disajikan di kelas.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 20, Rajin Berlatih Bab 1: Pilihan Ganda
Jawaban :
Perbedaan Kebijakan Al-Khulafa al-Rasyidun dan Bani Umayyah di Damaskus
- Sistem Pemerintahan
Pada masa Al-Khulafa al-Rasyidun, pemilihan pemimpin dilakukan melalui musyawarah (syura) dan kesepakatan para sahabat serta umat Islam. Sistem ini menekankan prinsip kebersamaan dan kepercayaan umat.
Sementara itu, pada masa Bani Umayyah, sistem pemerintahan berubah menjadi monarki turun-temurun, dimana kekuasaan diwariskan kepada anggota keluarga penguasa.
- Pusat Pemerintahan
Al-Khulafa al-Rasyidun menjadikan Madinah sebagai pusat pemerintahan karena kota tersebut merupakan pusat dakwah dan pemerintahan sejak masa Nabi Muhammad SAW.
Baca tanpa iklan