Ringkasan Berita:
- Simulasi TKA SD 2026 dimulai hari ini, 2 Maret 2026, hingga 8 Maret 2026, sebagai langkah awal persiapan ujian utama.
- Simulasi dapat diakses secara online melalui laman resmi https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka/.
- TKA untuk jenjang SD mengukur kemampuan akademik murid pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika tanpa memengaruhi kelulusan sekolah.
TRIBUNNEWS.COM - Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD resmi dimulai hari ini, 2 Maret 2026, dan berlangsung hingga 8 Maret 2026.
TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku.
Berbeda dengan ujian kelulusan, TKA tidak bersifat wajib dan tidak menentukan kelulusan peserta didik.
Asesmen ini ditujukan bagi murid yang ingin mengetahui gambaran capaian kompetensinya secara lebih luas.
Dengan kata lain, TKA berfungsi sebagai pelengkap sistem penilaian sekolah, bukan pengganti.
Seluruh pelaksanaan TKA tidak dipungut biaya karena dibiayai oleh negara atau pemerintah daerah.
Hal ini bertujuan memastikan setiap murid memiliki kesempatan yang setara untuk mengikuti asesmen tanpa hambatan ekonomi.
Dengan adanya simulasi ini bukan sekadar agenda teknis dalam kalender pendidikan, melainkan langkah awal yang memberi ruang bagi murid untuk mengenali kemampuan dirinya secara lebih terukur dan terarah.
Simulasi TKA ini menjadi kesempatan penting untuk berlatih tanpa tekanan, memahami pola asesmen, sekaligus membangun kesiapan mental sebelum menghadapi pelaksanaan utama pada April mendatang.
Simulasi dilaksanakan secara daring melalui laman resmi yang disediakan pemerintah yaitu https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka/.
Akses dilakukan secara online melalui perangkat komputer di sekolah masing-masing, sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Baca juga: Pendaftar TKA 2026 Jenjang SD dan SMP Capai 9 Juta Siswa, Kemendikdasmen Pastikan Kesiapan Sistem
Pelaksanaan simulasi secara daring menunjukkan bahwa asesmen kini tidak lagi hanya soal menjawab pertanyaan di atas kertas, tetapi juga tentang literasi digital, ketelitian, serta kemampuan mengelola waktu.
Murid diajak untuk beradaptasi dengan sistem berbasis komputer, memahami variasi bentuk soal, dan membiasakan diri dengan standar pengukuran yang dirancang secara nasional.
LINK SIMULASI TKA SD 2026
Cara Akses Simulasi TKA SD 2026
Agar tidak mengalami kendala teknis, berikut langkah-langkah mengikuti simulasi:
- Buka laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka/
- Pilih jenjang SD/MI/Sederajat
- Pilih kategori mata pelajaran wajib
- Tentukan mata pelajaran yang ingin disimulasikan: Bahasa Indonesia atau Matematika
- Klik tombol “Mulai Simulasi”
- Pilih menu “Login”
- Isi data peserta (nama lengkap, tanggal lahir, dan token yang diberikan)
- Klik “Submit”, lalu pilih “Mulai” untuk mengerjakan soal.
Jadwal Lengkap TKA SD 2026
Simulasi hanyalah awal dari rangkaian panjang pelaksanaan TKA.
Mengutip dari Instagram @litbangdikbud, berikut jadwal lengkapnya:
- Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026
- Simulasi: 2 – 8 Maret 2026
- Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
- Pelaksanaan Utama: 20 – 30 April 2026
- Pelaksanaan Susulan: 11 – 17 Mei 2026
- Pengolahan Hasil: 18 – 23 Mei 2026
- Pengumuman Hasil: 24 Mei 2026
Bagi satuan pendidikan yang belum dapat mengikuti pelaksanaan utama, tersedia jadwal susulan sebagai bentuk fleksibilitas sistem.
Mata Uji TKA SD 2026
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, terdapat dua mata uji utama:
1. Bahasa Indonesia
TKA Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca sebagai fondasi utama pembelajaran.
Kemampuan membaca menjadi kunci untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Muatan yang diujikan:
- Teks informasi (fakta sederhana berskala lokal maupun nasional)
- Teks fiksi (cerita rekaan atau faktual dengan alur sederhana)
Kompetensi yang diukur:
- Mengidentifikasi informasi tersurat
- Menyimpulkan informasi tersirat
- Menilai gagasan, fakta, atau opini
- Merefleksikan isi bacaan
2. Matematika
TKA Matematika mengukur kemampuan memahami konsep, prinsip, serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan materi:
- Bilangan
- Geometri dan pengukuran
- Data
Kompetensi yang diukur:
- Pengetahuan matematis
- Representasi dan koneksi konsep
- Penalaran
- Pemecahan masalah
Pendekatan soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan aplikatif.
Bentuk dan Model Soal
Menurut Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Dasar dan Menengan RI Nomor 047/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat, TKA menggunakan dua model penyajian soal:
Soal tunggal, berdiri sendiri.
Soal grup, beberapa pertanyaan berbasis satu stimulus yang sama.
Terdapat tiga bentuk soal:
- Pilihan ganda sederhana – satu jawaban benar.
- Pilihan ganda kompleks (MCMA) – lebih dari satu jawaban benar.
- Pilihan ganda kompleks kategori – peserta memberi respons pada setiap pernyataan (misalnya benar/salah).
Model ini dirancang untuk mengukur pemahaman secara lebih komprehensif, bukan sekadar kemampuan memilih satu jawaban.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Simulasi TKA dan TKA SD
Baca tanpa iklan