News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kuliah Tanpa Tinggalkan Pekerjaan, Program Kelas Malam Makin Dicari

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI MAHASISWA - Program kuliah kelas reguler malam di Matana University menjadi alternatif bagi para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan, di tengah tuntutan peningkatan kualifikasi di dunia kerja yang semakin kompetitif.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keterbatasan waktu kerap menjadi kendala bagi banyak pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kesibukan pekerjaan membuat banyak karyawan sulit mengikuti perkuliahan reguler pada siang hari.

Karena itu, program kuliah malam mulai menjadi alternatif bagi pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Seiring meningkatnya kebutuhan peningkatan kualifikasi dan keterampilan, sejumlah perguruan tinggi kini mulai menawarkan program kelas malam yang dirancang khusus bagi pekerja dan profesional muda.

Program ini umumnya menyediakan sistem perkuliahan yang lebih fleksibel dengan jadwal belajar pada malam hari.

Selain itu, metode pembelajaran juga mulai disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yang sebagian besar sudah bekerja.

Salah satunya melalui sistem pembelajaran hybrid yang memadukan pertemuan daring dan tatap muka.

Rektor Matana University, Franky Jamin, mengatakan program kelas reguler malam dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pekerja yang memiliki keterbatasan waktu.

“Kami melihat banyak profesional memiliki potensi besar, namun terkendala waktu dan fleksibilitas. Program kelas reguler malam, baik untuk jenjang strata satu maupun strata dua, dirancang agar mereka tetap dapat meningkatkan kompetensi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya, Senin (17/3/2026).

Menurut Franky, program kuliah malam juga memberi kesempatan bagi pekerja untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperkuat pengalaman profesional yang telah dimiliki.

Mahasiswa yang mengikuti kelas malam umumnya sudah memiliki pengalaman kerja sehingga dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan praktik di dunia kerja sehingga Matana menyediakan jenjang sarjana (S1), antara lain Akuntansi, Manajemen, Pariwisata, Informatika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Arsitektur dan jenjang pascasarjana tersedia program Magister Manajemen.

“Kombinasi pengalaman kerja dan penguatan akademik menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika bersaing di dunia profesional,” katanya.

Selain fleksibilitas waktu belajar, perguruan tinggi juga mulai menyediakan berbagai skema pembiayaan untuk memudahkan akses pendidikan bagi pekerja seperti sistem pembayaran yang dapat diangsur serta program beasiswa bagi mahasiswa.

Franky menambahkan, tren kuliah bagi pekerja diperkirakan akan terus meningkat seiring tuntutan peningkatan kompetensi dan kebutuhan pembelajaran sepanjang hayat di berbagai sektor industri.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Baca juga: Komisi X DPR Minta Pemerintah Tanggung Biaya Kuliah Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra 

“Ke depan, kebutuhan untuk belajar sepanjang hayat akan semakin penting. Karena itu, akses pendidikan yang fleksibel menjadi salah satu solusi bagi para pekerja yang ingin terus meningkatkan kapasitas diri,” katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini