News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 162 Bab 5: Menciptakan Puisi

Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOAL DAN JAWABAN - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 saat mengikuti Ujian Nasional Bersama Komputer (UNBK) di SMPN 1, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 162 pada soal menciptakan puisi.

TRIBUNNEWS.COM – Buku Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 162 Kurikulum Merdeka pada Bab 5 memiliki judul Menciptakan Puisi.

Pada buku Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 162 memuat soal langkah-langkah menciptakan puisi.

Materi ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 162 karangan Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 162 pada soal menciptakan puisi hanya digunakan sebagai referensi untuk belajar siswa di rumah. 

Berikut Tribunnews menyajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 162.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 162

Kegiatan 6: Menciptakan Puisi

Berlatih

Kalian sudah mempelajari langkah-langkah menciptakan puisi. 

Sekarang saatnya kalian menciptakan sebuah puisi berdasarkan pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain yang menarik dan dapat kalian jadikan inspirasi untuk menulis puisi. 

Gunakan salah satu langkah-langkah menciptakan puisi yang sudah kalian pelajari sebelumnya. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147 Kurikulum Merdeka Bab 5: Berlatih

Kunci Jawaban:

Bekas Luka di Stasiun Senja
 
Kau datang seperti kereta yang terlambat,
membawa rindu yang tak sempat terucap.
Wajahmu samar dalam debu yang berjatuhan,
seperti kenangan yang kusimpan rapat-rapat.

Kita hanya bertukar senyum,
lalu diam-diam menghitung detik.
Seperti dua peron yang tak pernah bersua,
meski rel yang sama pernah kita lewati.

Aku ingin bertanya
apakah luka itu masih basah,
ataukah sudah kering seperti daundaun
yang terinjak kaki-kaki yang berlarian?

Tapi kereta sudah berangkat,
membawamu pergi lagi.
Aku berdiri di sini,
memungut potongan cerita yang kau tinggalkan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini