News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penerimaan Mahasiswa Baru

Wamendikdasmen Tinjau UTBK Unesa 2026, Kasus Joki Terungkap Lewat AI dan Terancam Sanksi Berat

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

UTBK UNESA - Foto ini diambil dari laman https://www.unesa.ac.id/ pada Minggu (11/5/2025) menampilkan kampus UNESA. Praktik kecurangan UTBK di Unesa terungkap berkat teknologi AI yang mendeteksi kemiripan wajah hingga 95 persen pada data peserta.

TRIBUNNEWS.COM - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masih berlangsung.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memantau langsung pelaksanaan UTBK di Kampus 2 Lidah Wetan Unesa pada Rabu, 22 April 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai prosedur dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran.

Dalam tinjauannya, Atip menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK hari kedua berlangsung tertib tanpa adanya pelanggaran di ruang ujian.

Namun, ia menyoroti temuan serius terkait praktik perjokian yang terjadi pada Selasa (21/4/2026), hari pertama pelaksanaan ujian.

"Kasus tersebut melibatkan pemalsuan identitas. Ini adalah pelanggaran serius yang harus diproses secara tegas. Tidak hanya joki, tetapi peserta yang menggunakan jasa joki juga akan dikenai sanksi berat berupa diskualifikasi hingga konsekuensi hukum pidana atas pemalsuan dokumen," tegas Wamen Atip, dikutip dari unesa.ac.id, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pelaku tidak akan diberi kesempatan mengikuti jalur seleksi mandiri.

Bahkan, jika kecurangan baru terdeteksi setelah peserta menjadi mahasiswa, pihak kampus berhak memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

Kecurangan Terdeteksi dengan Teknologi AI

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa praktik perjokian tersebut berhasil digagalkan berkat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Sistem AI mendeteksi kemiripan wajah hingga 95 persen pada dua data pendaftaran yang berbeda.

Baca juga: Institut Seni Budaya Indonesia di Bandung Punya Cara Sendiri untuk Cegah Joki UTBK

Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya penggunaan foto lama yang kembali dipakai dengan identitas berbeda.

"Tim kami mencurigai adanya penggunaan foto lama dari pendaftaran tahun sebelumnya yang digunakan kembali dengan identitas berbeda tahun ini. Analisis AI membantu kami melakukan verifikasi data secara presisi sebelum ujian berlangsung," ungkap Martadi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga terlibat jaringan tertentu dan menggunakan dokumen palsu seperti KTP serta ijazah yang telah dimanipulasi, meskipun dilengkapi stempel yang tampak autentik.

Pihak kampus juga telah melakukan verifikasi silang ke sekolah asal untuk memastikan adanya pemalsuan data.

Menutup keterangannya, pihak Unesa mengimbau seluruh peserta UTBK untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur tawaran pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara instan atau ilegal.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini