Posisi Geografis yang Sangat Strategis: Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, serta menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur nadi perniagaan maritim dunia. Ini membuat Nusantara menjadi "rest area" sekaligus pasar wajib bagi pedagang internasional.
Kekayaan Sumber Daya Alam yang Berlimpah: Nusantara memiliki komoditas yang sangat diburu dunia namun sulit ditemukan di tempat lain, seperti rempah-rempah, emas, perak, sutra, hingga surplus beras yang menjadi komoditas unggulan untuk diekspor.
4. Bagaimana hubungan sejarah perdagangan masa kini dengan perdagangan pada masa kerajaan?
Jawaban:
Perdagangan Indonesia masa kini merupakan cerminan modern dari perdagangan masa kerajaan. Hubungan eratnya dapat dilihat dari beberapa poin:
Komoditas yang Serupa: Seperti halnya Majapahit dan Sriwijaya yang mengekspor bahan mentah dan hasil tambang, saat ini Indonesia juga masih menjadi salah satu eksportir utama dunia untuk komoditas alam dan tambang (seperti batubara, kelapa sawit, dan nikel).
Jalur yang Sama: Jalur pelayaran utama yang digunakan kapal-kapal kargo modern saat ini masih melewati rute yang sama dengan perahu-perahu dagang zaman kerajaan dahulu, yaitu Selat Malaka.
Semangat Perdagangan Bebas: Setelah sempat terpuruk akibat monopoli di era kolonial, perdagangan Indonesia masa kini kembali ke sistem terbuka dan bekerja sama dengan banyak negara (seperti Tiongkok, ASEAN, dan Barat), mirip dengan corak perdagangan bebas yang harmonis di masa Sriwijaya dan Majapahit.
*) Disclaimer:
Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
(Tribunnews.com/Mohay)
Baca tanpa iklan