TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 97 bab 5.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 97, karangan Kusumawardhani Ardilla, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni bijak menggunakan uang.
Bijak menggunakan uang adalah sikap menggunakan uang dengan hati-hati, sesuai kebutuhan, dan tidak boros. Orang yang bijak dalam menggunakan uang akan memikirkan terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.
Dengan bijak menggunakan uang, kita dapat belajar hidup hemat, teratur, dan lebih menghargai hasil kerja keras orang tua.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 97 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 97: Ayo, Mengamati
Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 97
Ayo, Mengamati
Tahukah kamu, dahulu sebelum ada uang, orang belum bisa membeli barang seperti sekarang? Mereka melakukan jual beli dengan cara menukar barang dengan barang. Misalnya, menukar buah dengan kain atau menukar beras dengan ikan.
Menurutmu, apakah cara itu mudah? Apa ya kekurangan dari menukar barang dengan barang?
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 127: Rasul Ulul Azmi
Jawaban :
Menurutku, cara menukar barang dengan barang atau barter tidak terlalu mudah. Orang harus mencari orang lain yang memiliki barang yang dibutuhkan dan mau menukarnya dengan barang miliknya.
Cara ini juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain:
- Sulit menemukan orang yang mau menukar barang sesuai kebutuhan.
Contohnya, seseorang ingin menukar beras dengan ikan, tetapi orang yang memiliki ikan belum tentu membutuhkan beras.
- Nilai barang sering tidak seimbang.
Baca tanpa iklan