Kali ini, skuat Denmark yang ditangani Kasper Hjulmand hadir dengan menawarkan keseimbangan pemain berpengalaman dengan bakat-bakat baru yang menarik.
Di bawah mistar gawang, mereka memiliki Kasper Schmeichel.
Putra legenda Peter Schmeichel ini berkibar saat membela Leicester City, dan sekarang mengawal gawang klub Ligue 1, Nice.
Di depan gawang, ada dua bek terbaik dunia, penggawa AC Milan, Simon Kjaer, dan Andreas Christensen dari FC Barcelona.
Joakim Mæhle, bek sayap Atalanta yang tampil impresif selama Kejuaraan Eropa 2020 dengan lari cepatnya yang khas di pinggir lapangan dan umpan yang tepat, juga diharapkan masuk starting XI.
Di lini tengah defensif, Denmark mengandalkan Thomas Delaney, yang saat ini berkiprah bersama Sevilla.
Dia akan bergabung dengan Pierre-Emile Kordt Højbjerg dari Tottenham Hotspur, dan sang ikon, Christian Eriksen dari Manchester United.
Di lini depan, Hjulmand secara teratur menurunkan Kasper Dolberg, penyerang berusia 25 tahun yang saat ini dipinjamkan ke Sevilla.
Mikkel Damsgaard, yang bermain untuk klub Liga Premier Brentford, kemungkinan akan ditempatkan sebagai pemain sayap tradisional di sisi kiri.
Striker veteran Martin Braithwaite, yang baru saja pindah dari FC Barcelona ke rival Espanyol, juga kemungkinan akan tampil.
Tim Dinamit dijagokan bakal lolos dari penyisihan grup yang terdiri dari Australia, Prancis, dan Tunisia.
Dua kali kemenangan atas Prancis di ajang Nations League membuat mereka percaya diri menghadapi sang juara bertahan.
Australia, di atas kertas tak akan terlalu menyulitkan.
Mereka memang punya barisan pemain cepat dengan fisik yang terjaga. Tapi, secara kualitas, Denmark masih jauh di atas wakil Asia tersebut.
Tunisia juga bisa menjadi lawan yang tangguh tergantung pada tim apa yang muncul pada hari itu. Eagles of Carthage telah mengalami bentuk yang tidak terduga akhir-akhir ini.