TRIBUNNEWS.COM - Semakin dekatnya kick-off Piala Dunia 2022 tak membuat beberapa bar khusus sepak bola di Jerman semringah.
Bar-bar sepak bola itu justru menyuarakan untuk memboikot gelaran Piala Dunia 2022.
Mereka juga sepakat melakukan cara tertentu untuk melakukan boikot tersebut.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Dambakan Portugal vs Brasil di Final Piala Dunia 2022 Qatar
Para pemilik sepakat tak akan membuka bar mereka saat laga Piala Dunia 2022 berlangsung.
Bar baru akan dibuka satu jam setelah pertandingan usai.
Pemboikotan ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi mereka.
Juru bicara perwakilan pemilik bar-bar tersebut menyatakan mereka tak senang dengan apa yang terjadi di Qatar.
Mereka tak senang Piala Dunia 2022 digelar di negara yang mereka sebut sebagai tempat pencucian uang dalam lingkup olahraga.
Selain itu, mereka juga menyoroti isu-isu sosial yang mengiringi pembangunan stadion dan hal lainnya.
"Kami tidak setuju Piala Dunia digelar di negara yang tujuannya adalah pencucian uang," ungkap juru bicara bar, Joschik Pech dikutip dari laman Firstpost.
"Hal itu membuat negara tersebut kelihatan berbeda dari keadaan mereka sebenarnya."
"Kami tidak akan senang dengan melihat sepak bola yang digelar di negara yang mengekang kebebasan," sambungnya.
Bisa dibilang, Qatar dicecar soal masalah sosial dalam pembangunan stadion-stadion Piala Dunia 2022.
Baca juga: Masuk Skuad Argentina di Piala Dunia, Lisandro Martinez Disebut Mirip Nemenja Vidic: Tak Ada Takut
Mereka dianggap tak memperhatikan kepentingan para pekerja migran yang membangun proyek tersebut.