News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Isu dari Kubu Jokowi dan Prabowo Belum Menyentuh Milenial

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan analisa dan temuan survei terbaru Pilkada DKI Jakarta, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016). Dalam temuan survei posisi Ahok-Djarot masih unggul, dimana pasangan Ahok-Djarot 31,4 persen, Anies-Uno 21,1 persen dan Agus-Sylviana sebanyak 19,3 persen. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemilihan Umum 2019 diperkirakan diikuti oleh sekitar 40% pemilih usia 17-35 tahun.

Jumlah yang akan diperebutkan oleh kedua kubu calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfarabie mengatakan, suara milenial adalah pemilih potensial yang memiliki kantong suara besar.

Suara milenial dipastikan akan diperebutkan oleh Jokowi dan Prabowo. Tapi, menurut penelitian LSI, kedua kubu belum secara konkret menggagas isu-isu yang menyasar milenial.

"Belum ada isu yang dilempar masing-masing calon dan dikonsumsi secara puas untuk menjadi pertimbangan," ujar Adjie di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Milenial di perkotaan dan di pedesaan, ucap Adjie, memiliki karakteristik yang berbeda. Jika milenial di perkotaan tertarik dengan isu start up, tidak dengan milenial di pedesaan.

"Beda (milenial, -red) di perkotaan dan desa. Ini jadi poin. Artinya capres harus melihat ini, sebagai isu pertama kalau mau berebut simpati milenial," kata Adjie.

Pakar branding milenial, Yuswohady senada dengan apa yang diutarakan oleh Adjie. Generasi milenial cenderung apatis dengan politik. Pendekatan yang dilakukan oleh para calon presiden kepada milenial harus berbeda.

"Pokoknya mikirin 'gua aja'. Boro-boro Jokowi bangun infrastruktur, enggak peduli dia. Mereka enggak suka ngomong politik. Untuk mendekati harus dengan bahasa mereka, bukan bahasa politik," tutur Yuswohady.

Yuswohady mencontohkan, generasi milenial di pedesaan, cenderung lebih peduli dengan pemimpin yang fokus untuk menciptakan lapangan pekerjaan, "Mereka hidup di zaman susah. Makanya butuh lapangan kerja," tutur Yuswohady.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini