TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Presiden tinggal hitungan bulan. Beberapa hari lagi, para kandidat capres dan cawapres akan mengambil nomor urut peserta di KPU.
Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin berharap pelaksanaan pilpres berlangsung gembira, ceria dan damai.
"Arahan dari Bapak Presiden sudah jelas, Pilpres harus gembira, ceria tanpa isu-isu SARA dan bebas konflik," ujar Ridlwan Habib, anggota Gugus Informasi Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma'ruf Amin di Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Menurut Ridlwan, pilpres adalah ajang kontestasi gagasan, rekam jejak dan adu program.
"Kami berharap semua pihak melihat Pilpres sebagai sarana perayaan demokrasi, jadinya asyik dan penuh kegembiraan," kata alumni S2 Intelijen UI tersebut.
Menurut Ridlwan, pilpres yang gembira bisa dimulai dari media sosial.
"Jangan lagi ada akun akun bot, akun-akun anonim yang wajah dan namanya palsu dan adu domba, harus ditutup oleh pemerintah," kata Ridlwan.
Media sosial menjadi kanal utama penyebaran informasi saat ini. Sebuah isu bisa viral dalam hitungan menit setelah diposting di media sosial.
Baca: Tersangka Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap saat Tidur di Kamp Pekerja
"Ayo kampanye di medsos dengan santun, jangan memfitnah dan jangan pakai akun anonim," ujar Ridlwan.
Dia menyebut mulai ada akun-akun anonim dengan ciri-ciri 8 angka di belakang kata yang isi posting medsosnya fitnah dan adu domba.
"Akun-akun kloningan dengan id 8 angka itu meresahkan, kita berharap itu jadi atensi penyelenggara pemilu dan penegak hukum," katanya.
Tim Jokowi dan Ma'ruf Amin menurut Ridlwan akan berkampanye di medsos dengan karakter fun dan santun.
"Pilpres adalah perayaan, seperti Asian Games kemarin, semua bisa menikmati dengan asyik dan gembira," ujarnya.
Baca tanpa iklan