News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Survei Litbang Kompas Prabowo Kalah, Zulkifli: Yang Penting Trennya Naik

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Zulkifli Hasan menanggapi santai soal hasil survei Litbang Kompas mengenai tingkat keterpilihan pasangan calon di Pemilu Presiden 2019.

Berdasarkan survei tersebut pasangan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 32,7 persen, kalah oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf yang 52,6 persen.

Menurutnya hasil survei saat ini belum tentu sama dengan hasil pemungutan suara nanti.

"Survei tuh beragam. Misalnya dulu survei Gubernur Jateng Sudirman Said cuma 6% tapi ternyata 46%. Lalu Jawa Barat misalnya itu seluruh survei waktu itu yang kita dukung dapatnya 3 persen. tetapi kan hampir 30 persen," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (25/10/2018).

Meskipun demikian Zulkifli mengatakan bahwa survei tersebut akan menjadi bahan masukan bagi BPN Prabowo-Sandi dalam menghadapi kampanye.

Baca: Wiranto Minta Media Tak Ikut Memanaskan Situasi

Pihaknya tetap optimis dalam menghadapi Pemilu mendatang, apalagi selama ini tren atau kecenderungan elektabilitas Prabowo-Sandi terus meningkat.

"Tapi kan trennya naik dalam survei itu kami melihat tren yang paling penting. kalau tren naik berarti stategi kita sudah lumayan betul lah. tinggal sekarang di perbanyak kegiatan-kegiatan saya berharap juga seluruh partai-partai politik bekerja keras," katanya.

Baca: Prabowo Lama Hidup di Luar Negeri, Sudjiwo Tedjo: Dia Cinta Banget Sama Negerinya Atau Benci Sekali?

Zulkifli mengatakan saat ini kubu Prabowo-Sandi. Meggunakan strategi seperti perang geriliya. Pasalnya pasangan yang dihadapi adalah petahana.

"Kita tentu tidak banyak pilihan ya. karena kan elit-elit sudah sama incumbent, pengusaha besar sama incumbent, kita tersisa apa? kita tersisa perang gerilya apatuh? ya banyak turun banyak kelapangan itu aja," pungkasnya.

Berdasarkan Survei Litbang Kompas mengenai elektabilitas Capres-Cawapres, Tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencapai 52,6 persen dalam Pilpres 2019.

Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapat 32,7 persen. Survei digelar 24 September-5 Oktober 2018.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Adapun tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini