News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Pengamat: Pernyataan Kontroversi Prabowo Strategi Menaikkan Popularitas

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prabowo Subianto saat hadir di acara 'Silahturahim Warga Muhammadiyah Yogyakarta dengan Calon Presiden Prabowo Subianto' di Hotel Prima SR, Sleman, Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai peryataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang kontroversial akan menjadi serangan tersendiri ke Prabowo.

Pasalnya, Ray menyebut, publik bisa jenuh dan justru akan melancarkan kritikan ke Prabowo terkait peryataan yang kontroversial tersebut.

Hal itu disampaikan Ray usai mengisi diskusi "Membongkar Visi-misi Capres : Melihat Aspirasi Politik Umum" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

"Prabowo efek elektoralnya lumayan ya, makanya dia sering sekali mengeluarkan diksi-diksi kontroversial. Tapi ada masalah orang juga akan jenuh, ini bombastis banget sih berbalik," kata Ray.

Rey juga menyebut, kalimat kontroversial Prabowo adalah bentuk strategi guna menaikkan popularitas.

Baca: Prabowo Disebut Reinkarnasi Soekarno, PKB: Pidato Soekarno Tidak Memecah Belah Bangsa

Ditambah figur cawapres Sandiaga Uno yang perilakunya kadang dinilai oleh sebagai orang sangat nyeleneh.

Menurut Ray, hal itu bagian dari strategi yang berhasil diterapkan sehingga menjadi perbincangan publik.

"Itu semua cara mereka untuk mempopulerkan diri menarik perhatian publik," terang Ray.

Ia menyarankan, Prabowo untuk tak secara terus menerus menyerukan ucapan-ucapan yang manjadi kontroversial.

Karena, itu bisa menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

Ray juga tak bisa memastikan apakah gaya bicara itu memang karakter murni Prabowo atau strategi dari tim sukses.

"Ketika dia, balik lagi dengan istilah punah itu, kelihatan di media sosialnya negatif ke dia gitu, nah itu menurut saya arus balik, apakah masih akan dipakai terus saya gak tau, apakah pernyataan itu di by desain atau natural," ungkap Ray. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini