News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Dipolisikan Andi Arief, Hasto: Biasa, Gitu Saja Kok Repot

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kanan) berbicara disaksikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) dalam acara Bu Mega Bercerita di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Acara Bu Mega Bercerita tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-46 PDI Perjuangan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dilaporkan ke polisi oleh Wakil Sektetaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Andi melaporkan sejumlah tokoh yang dinilainya menuduh telah sebarkan hoaks terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Selain Hasto, yakni Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga; Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin; Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli; dan Direktur Hukum TKN Irfan Pulungan.

Mengenai pelaporan itu, Hasto menganggap hal yang biasa. Dia tak ingin menanggapi lebih jauh.

"Ya tidak apa-apa, biasa, gitu saja kok repot," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Andi Arief juga sempat 'mengancam' akan menggeruduk kediaman para tokoh tersebut. Hasto tidak memusingkan ancaman tersebut.

Baca: Sederet Fakta Kekasih Meninggal Sampai Mati di Kamar Hotel: Ada Luka Tembak dan Kepala Hancur

Menurutnya, PDIP sudah biasa dan pernah diserang beberapa waktu lalu. Dia menilai tak perlu membalas apa yang Andi lakukan.

"Biasa namanya. kantor PDIP digruduk aja pernah ya diserang. Tidak perlu ditanggapi buat saya. Buat kami kalau ngegeruduk itu kalau rakyat jadi korban, siapa yang korbankan rakyat itu harus kita gruduk," pungkasnya.

Andi Arief menyambangi gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Kedatangan Andi Arief yang ditemani kuasa hukumnya, Irwin Idrus, untuk mempolisikan lima orang menudingnya menyebarkan berita hoaks adanya tujuh kontainer berisi surat suara sudah dicoblos.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini