News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Alasan Jokowi Enggan Komentar Soal Tabloid Indonesia Barokah

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum dapat berkomentar terkait beredarnya tabloid Indonesia Barokah yang menyudutkan pasangan nomor urut dua, capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno.

Menurut Jokowi, dirinya akan berkomentar terkait tabloid tersebut setelah sudah membaca isi dari kontennya. 

"Belum (baca). Kalau nanti udah dapet saya baru baca, saya nanti berkomentar," ucap Jokowi seusai menghadiri acara Hari Lahir ke 73 Muslimat NU di SUGBK, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Baca: Ratusan buaya direlokasi dari patung tertinggi di dunia

Calon presiden nomor urut satu itu pun mengaku, akan mencari tabloid tersebut yang materinya bermuatan negatif.

"Kamu udah baca belum? (Tanya Jokowi ke wartawan). Saya baru mau cari," kata Jokowi. 

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tak membenarkan politik praktis lewat penyebaran Tabloid Indonesia Barokah dilakukan di lingkup tempat ibadah. 

Baca:  Foto Kakek dan Nenek Lalu Singgung Soal Restu, Fifi Lety Ungkap Perceraian Veronica Tan-Ahok

Aktivitas tersebut seharusnya tidak menyasar tempat suci ummat tertentu seperti masjid, gereja dan lainnya.

"Saya pikir, kita harus menjaga, semua kita umat beragama hendaknya menjaga kesucian runah-rumah ibadah kita, masjid-masjid, mushola kita, termasuk gereja dan semua rumah ibadah, untuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas politik praktis," ujar Lukman. 

Diberitakan sebelumnya, ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah tersebar di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Khusus di Jawa Timur, paket berisi tabloid Indonesia Barokah ditemukan tersebar di 10 masjid Kota Surabaya.

Tabloid ini ramai diperbincangkan karena isinya menyudutkan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini