News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Imbas Kasus Ahok, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Dua Dapil DKI Rendah

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama dengan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat melakukan Debat Kedua Calon Presiden Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua kali ini beragendakan penyampaian visi misi bidang Infrastruktur, Energi, Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Y-Publica terbaru berbasiskan daerah pemilihan (dapil), Jokowi-Ma’ruf menang di dapil DKI Jakarta 3 (Jakarta Barat dan Utara), dengan selisih kurang dari 5 persen.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 47,3 persen dan Prabowo-Sandi 42,6 persen.

Namun, di dapil DKI 1 (Jakarta Timur) dan DKI 2 (Jakarta Pusat dan Selatan) Jokowi-Ma’ruf kalah dengan selisih lebih dari 5 persen.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di dapil DKI 1 sebesar 39,8 persen dan Prabowo-Sandi 44,1 persen. Di dapil DKI 2, Jokowi-Ma’ruf 39,5 persen dan Prabowo-Sandi 46,0 persen.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono mengatakan, rendahnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di dua dapil DKI tak lepas dari imbas kekalahan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI.

"Pilkada DKI pada 2017 memunculkan Anies Baswedan sebagai gubernur terpilih dengan sokongan partai-partai oposisi," kata Rudi Hartono saat rilis di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Baca: Hary Tanoe: Jokowi Cool, Prabowo Tenang

Selain itu, Rudi meyakini, gelombang protes terkait isu penodaan agama dari gerakan 212 juga, menjadi pemicu anjloknya elektabilitas paslon nomor urut 01 itu.

"Isu penistaan agama ini terus dipelihara melalui reuni alumni 212 yang disalurkan energinya kepada koalisi oposisi," ungkapnya.

Meski begitu, tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih jauh lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandi di tingkat nasional.

Dari hasil survei menunjukkan, elektabilitas paslon nomor urut 01 mencapai 53,5 persen.

Sementara, paslon nomor urut 02 hanya 31,9 persen. Sedangkan, sisanya 14,6 persen belum menjawab.

Diketahui, Survei ini dilakukan Y-Publica pada 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada responden terpilih menggunakan kuesioner pada 21-30 Januari 2019.

Margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini